SUMBAWAPOST.com | Mataram- Di tengah pesona KEK Mandalika yang kian bersinar dan mendunia, realitas berbeda justru masih dirasakan sebagian warga di sekitarnya. Akses air bersih yang sulit serta kondisi hunian yang jauh dari kata layak menjadi persoalan nyata yang belum sepenuhnya teratasi.
Fakta ini terungkap saat Anggota DPR RI, Sari Yuliati, melakukan kunjungan reses ke Nusa Tenggara Barat pada 29 April 2026.
“Akses air bersih yang sulit dan kondisi hunian yang jauh dari kata layak. Inilah kenyataan yang kami temui di lapangan,” ungkapnya menggambarkan kondisi yang dihadapi masyarakat.
Di Desa Pengembur, warga harus berjuang setiap hari hanya untuk mendapatkan air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar. Keterbatasan ini menjadi tantangan serius yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, di Desa Mertak Tombok, persoalan hunian menjadi perhatian mendesak. Banyak keluarga membutuhkan peningkatan kualitas tempat tinggal agar dapat hidup di lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Melihat kondisi tersebut, Sari Yuliati turun langsung dengan menyalurkan program bantuan berupa akses air bersih serta stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat.
“Bukan sekadar bantuan fisik, tapi upaya untuk mengangkat derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga di pelosok Lombok Tengah,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan di Wilayah yang masih menghadapi keterbatasan, meskipun berada di sekitar kawasan strategis yang terus berkembang.
Dengan intervensi tersebut, kesenjangan antara kemajuan kawasan dan kondisi masyarakat sekitar diharapkan dapat semakin diperkecil, seiring upaya menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










