Disperkim NTB dan Our Ecolution Jajaki Inovasi Jerami Jadi Material Bangunan Ramah Lingkungan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAPA SANGKA, Limbah Jerami  di sawah ternyata bisa disulap menjadi bahan bangunan masa depan. Inovasi itulah yang tengah dijajaki Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi NTB bersama tim Our Ecolution Project. Melalui diskusi hangat di ruang kerja Kadis. Kedua pihak membahas konsep Ose Building teknologi bangunan berbasis jerami yang ramah lingkungan, kuat, dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Plt. Kepala Disperkim NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menyebut terobosan ini bisa menjadi solusi inovatif untuk menghadirkan rumah layak huni sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Upaya menghadirkan hunian layak dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat terus digiatkan. Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., bersama Kepala Bidang Perumahan, Muhammad Abduh, ST., M.Sc., menggelar diskusi produktif dengan John Laurence Higson dari tim Our Ecolution Project, Selasa (7/10/2025), di ruang kerja Kadis.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Sentil Wisata NTB: Undang Turis Heboh, Tapi Gagap Saat Bencana

Pertemuan itu membahas pengembangan inovasi material bangunan ‘Ose Building’ konsep konstruksi ramah lingkungan yang memanfaatkan jerami sebagai bahan dasar dinding bangunan. Teknologi ini disebut memiliki kekuatan struktural yang baik, ringan, efisien, serta bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  NTB Jadi Pusat Inovasi Laut: BRIN Masuk Lombok Utara, Garam Bima dan Budidaya Lobster Jadi Fokus

“Inovasi seperti ini patut kita dorong, karena bisa menjadi terobosan baru dalam pengembangan hunian layak dan ramah lingkungan di NTB,” ujar Baiq Nelly Yuniarti.

Konsep Ose Building yang diusung tim Our Ecolution menawarkan model rumah berkelanjutan berbasis kearifan lokal, sekaligus mendukung pengurangan limbah pertanian melalui pemanfaatan jerami menjadi material konstruksi alternatif.

Melalui sinergi tersebut, Disperkim NTB berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi inovasi dan teknologi hijau dalam sektor perumahan dan permukiman. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan NTB yang asri, lestari, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Era Kendaraan Listrik Dimulai di NTB, Sekda: Nanti Bukan Lagi Tanya Isi Bensin, Tapi Sudah Dicas Belum
NTB Bersiap Tinggalkan BBM? Sekda Abul Chair Ajak Warga Beralih ke Kendaraan Listrik
1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang
NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih
Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG
Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat
Bupati Jarot Kejar Megaproyek Unggas Rp1,7 Triliun, Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional
IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:54 WIB

Era Kendaraan Listrik Dimulai di NTB, Sekda: Nanti Bukan Lagi Tanya Isi Bensin, Tapi Sudah Dicas Belum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:06 WIB

NTB Bersiap Tinggalkan BBM? Sekda Abul Chair Ajak Warga Beralih ke Kendaraan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:33 WIB

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:04 WIB

NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG

Berita Terbaru

Terlihat para orang tua mengikuti skrining ulang anak terindikasi stunting yang turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana saat meninjau pelaksanaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

Pemerintahan

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:33 WIB