Okupansi Hotel Anjlok, Harga Cabai dan Ayam Meroket, Daya Beli Petani NTB Naik Tapi Warga Tertekan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahan Pokok dan Bumbu di Pasar Tradisional NTB- Cabai, ayam, dan bahan pokok lainnya terlihat di pasar tradisional NTB

Bahan Pokok dan Bumbu di Pasar Tradisional NTB- Cabai, ayam, dan bahan pokok lainnya terlihat di pasar tradisional NTB

Mataram | SUMBAWAPOST.com- Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, merilis data resmi perkembangan ekonomi dan sosial NTB per Februari 2026 pada Senin (2/3/2026) pukul 13.30 WITA.

Data ini mencakup inflasi, nilai tukar petani, pariwisata, transportasi, serta ekspor-impor di Provinsi yang memiliki karakter ekonomi dan lingkungan unik ini.

Inflasi NTB Februari 2026
Inflasi tahunan (y-on-y) NTB tercatat sebesar 5,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,49. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima (6,40 persen) dan terendah di Kabupaten Sumbawa (4,88 persen).

Kenaikan harga didorong oleh sembilan kelompok pengeluaran, antara lain makanan, minuman, tembakau (3,92 persen) perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (16,83 persen), pendidikan (2,79 persen), serta perawatan pribadi dan jasa lainnya (22,77 persen). Sedangkan perlengkapan rumah tangga dan layanan informasi mengalami sedikit penurunan. Inflasi bulanan (m-to-m) mencapai 0,84 persen, sedangkan inflasi kumulatif (y-to-d) sebesar 1,12 persen.

“Kenaikan harga cabai, udang, dan ayam menjelang Ramadhan menjadi penyumbang utama inflasi. Sementara tarif transportasi yang naik turut memberi tekanan tambahan,” jelas Drs. Wahyudin, dalam keterangan yang diterima media ini. Rabu (4/3/2026).

Baca Juga :  Nilai Tukar Petani NTB November 2025 Naik 1,61 Persen, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Petani NTB Februari 2026 tercatat 131,25, naik 0,72 persen dibanding bulan sebelumnya, menunjukkan daya beli petani di pedesaan masih stabil. Sektor unggulan termasuk hortikultura (NTP 249,88) dan peternakan (NTP 113,08).

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mencapai 137,20, naik 1,34 persen. Kenaikan ini menunjukkan pendapatan petani lebih cepat dibanding biaya produksi, terutama dari cabai, ayam ras pedaging, dan bawang merah.

“Meski ada tekanan inflasi, daya tukar petani tetap positif. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan di NTB,” kata Wahyudin.

Tingkat penghunian kamar (TPK) Hotel Bintang tercatat 35,01 persen, turun dibanding Desember 2025, akibat berakhirnya musim liburan. Rata-rata lama menginap (RLM) tetap stabil di 1,86 hari.

Baca Juga :  Pemprov NTB Perkuat Desa Berdaya, Kemiskinan Ekstrem dan Stunting Dibidik dari Keluarga hingga Desa

Jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui BIZAM menurun 18,27 persen, sedangkan wisatawan nusantara turun 10,80 persen. Faktor utama penurunan ini adalah periode pasca-liburan Nataru dan cuaca.

Transportasi NTB Januari 2026
Penumpang di pelabuhan laut turun 15,92 persen untuk kedatangan, dan 8,37 persen untuk keberangkatan. Pengiriman barang juga menurun, terutama LNG dan jagung.

Jumlah penumpang pesawat domestik turun 17,02 persen, sementara internasional turun tipis 0,58 persen.

Nilai ekspor Januari 2026 US$ 76,64 juta, naik drastis 1.868,45 persen dibanding Januari 2025, terutama didorong ekspor tembaga dari industri smelter.

Non-tambang mencapai US$ 57,78 juta, naik 1.384,15 persen. Nilai impor US$ 2,22 juta, turun 94,18 persen dibanding Januari 2025, sebagian besar karena tidak adanya impor barang konsumsi.

“Peningkatan ekspor tembaga dan penurunan impor menunjukkan ketahanan ekonomi NTB yang adaptif, meski ada tekanan inflasi dan penurunan pariwisata,” ujar Wahyudin.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru