Teken RPJMD 2025–2029, Gubernur Iqbal: Saatnya NTB Jadi Rumah Bersama yang Makmur, Adil, dan Mendunia

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 11 April 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, resmi menandatangani Nota Kesepakatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2025–2029. Penandatanganan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD NTB yang digelar di Ruang Sidang Utama, Jumat 11 April 2025.

Dokumen penting ini menjadi peta jalan pembangunan NTB selama lima tahun ke depan, dengan visi ambisius: “Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia.”

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa NTB tak hanya butuh pembangunan fisik, tapi juga perubahan mendasar dalam cara berpikir dan bertindak.

“Kita tidak sedang membangun gedung untuk prestise pribadi. Kita sedang menanam bibit di hutan yang akan tumbuh menjadi kesejahteraan bersama. RPJMD ini adalah bibitnya,” ujarnya penuh makna.

Baca Juga :  90 Tahun NWDI: UNW Mataram Kobarkan Semangat Maulanasyaikh, Jamaah Siap Tumpah Ruah di Anjani

Iqbal menekankan, NTB harus menjadi rumah bersama yang adil, makmur, dan mampu bersaing di kancah dunia. Ia menyebut RPJMD ini sebagai komitmen kolektif antara eksekutif dan legislatif, serta fondasi perencanaan yang berkelanjutan, terukur, dan partisipatif.

Fokus Pembangunan: Dari Kemiskinan hingga Pariwisata Unggulan

Dalam arah kebijakan lima tahun ke depan, Gubernur menyebut beberapa prioritas utama: percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan NTB sebagai destinasi wisata unggulan. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap visi-misi nasional Asta Cita Prabowo–Gibran, serta komitmen terhadap agenda SDGs 2030.

Baca Juga :  Program Cooling System Propam dan Brimob Polda NTB Sentuh Pengemudi Ojol

Namun, Iqbal tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang membayangi. Dunia kini menghadapi “triple planetary crisis”: perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ditambah lagi dengan ketidakpastian ekonomi global dan konflik kemanusiaan seperti tragedi di Palestina.

Di tingkat lokal, tantangan klasik seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, pengangguran, penyalahgunaan narkoba, hingga pengelolaan sampah dan pariwisata, masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Badai tak bisa kita hentikan, tapi arah layar bisa kita ubah. NTB harus menyesuaikan arah layarnya dengan semangat gotong royong dan ketangguhan yang diwariskan leluhur kita,” tutup Gubernur, mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan membangun NTB yang dicintai bersama.

 

Berita Terkait

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
Keamanan Dipertanyakan, Pencurian Berulang di Griya Pesona Alam Lingsar Lombok Barat Rugikan Warga
Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya
Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya
Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Kaesang Lantik Pengurus PSI NTB, Target Dua Kursi DPR RI 2029 dan Perkuat Basis hingga Desa
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:15 WIB

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja

Senin, 4 Mei 2026 - 19:44 WIB

Keamanan Dipertanyakan, Pencurian Berulang di Griya Pesona Alam Lingsar Lombok Barat Rugikan Warga

Senin, 4 Mei 2026 - 19:24 WIB

Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:58 WIB

Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Berita Terbaru