Ekas Lombok Timur ‘Disiram’ Bantuan, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono: Stop Jual Benih, Budidaya Biar Cuan Berlipat

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat berdialog dengan nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Ekas Lombok Timur

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat berdialog dengan nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Ekas Lombok Timur

Lombok Timur | SUMBAWAPOST.com-Kawasan Ekas, Lombok Timur, benar-benar mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (27/2/2026), dengan membawa sejumlah program penguatan sektor kelautan dan perikanan.

Kunjungan Menteri KKP ke Ekas Lombok Timur ini menjadi momentum penting bagi nelayan setempat, terutama dalam pengembangan komoditas lobster yang selama ini menjadi potensi unggulan kawasan tersebut.

Dalam agenda tersebut, Menteri didampingi Plh Sekda NTB Lalu Moh Faozal dan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin. Rombongan meninjau langsung fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih, termasuk cold storage berkapasitas 10 ton serta pabrik es luri yang menjadi penopang rantai distribusi hasil tangkapan nelayan Ekas.

Di hadapan para nelayan, Menteri KKP menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia secara khusus menyoroti besarnya potensi lobster di Ekas dan meminta nelayan tidak lagi hanya menjual benih, tetapi beralih ke budidaya agar memiliki nilai tambah lebih besar.

Baca Juga :  NTB Jadi Pusat Inovasi Laut: BRIN Masuk Lombok Utara, Garam Bima dan Budidaya Lobster Jadi Fokus

“Di sini juga akan dibantu 10 unit kapal nelayan dan juga mesin. Kalau saudara-saudara yang menangkap benih lobster, jangan lagi dijual benihnya, tetapi dibudidayakan. Kalau tidak punya keramba, minta ke Pak Dirjen, langsung akan kita bagi,” tegas Menteri Trenggono di hadapan para nelayan.

Bantuan 10 unit kapal dan mesin tersebut diharapkan mampu memperkuat armada tangkap sekaligus mendukung transisi nelayan Ekas dari pola jual cepat ke sistem budidaya yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan. Dukungan ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Bupati Haerul Warisin menilai keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih sangat strategis, tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nelayan, tetapi juga mendukung pengembangan wisata bahari dan kuliner terapung di kawasan Ekas.

Namun demikian, Bupati juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak nelayan, di antaranya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) serta peremajaan mesin kapal yang sebagian besar sudah tidak layak pakai.

Baca Juga :  Komisi V DPRD NTB Sosialisasikan Raperda Sumbangan Dana Pendidikan, Jamhur Tegaskan Tak Bebani Orang Tua

“Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih ini sangat mendukung wisata kami. Tapi masih ada kekurangan, pertama adalah SPBUN dan mesin-mesin kapal yang hancur. Mudah-mudahan kami bisa dibantu, apalagi dengan adanya fasilitas penyimpanan 10 ton ini, tangkapan nelayan tidak perlu langsung dijual murah dan harganya akan dikendalikan melalui tata niaga koperasi,” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas cold storage 10 ton, bantuan kapal dan mesin baru, serta dorongan budidaya lobster, nelayan Ekas Lombok Timur diharapkan tidak lagi bergantung pada penjualan benih dengan harga rendah. Sebaliknya, mereka dapat mengelola hasil perikanan secara lebih terencana, bernilai tambah, dan menghasilkan keuntungan berlipat.

Kunjungan kerja Menteri KKP di Ekas ini turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim, serta jajaran pimpinan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:35 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB