Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., Memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dari Empat Kabupaten/Kota di Mataram sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., Memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dari Empat Kabupaten/Kota di Mataram sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat penguatan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) agar mampu meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian utama adalah penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN/SPDN) untuk mempermudah akses bahan bakar bagi para Nelayan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim, S.T., M.Si bersama kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dari Empat Kabupaten/Kota, Kamis (6/8/2026), sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan ke Provinsi NTB beberapa waktu lalu.

Rapat tersebut membahas perkembangan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa, sekaligus menginventarisasi berbagai kebutuhan untuk mendukung keberlanjutan Program Prioritas Nasional tersebut.

Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan ialah rencana pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada pengembangan pasar ikan yang terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Bintaro, Kota Mataram.

Baca Juga :  Barapan Kebo Buka Tahun 2026 di Sumbawa Barat, Tradisi Hidup Ekonomi Rakyat Menggeliat

Sementara itu, Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa pada dasarnya telah berjalan. Namun, Pemerintah Daerah menilai masih diperlukan sejumlah penguatan agar pengelolaannya semakin optimal, terutama melalui penyediaan SPBN/SPDN.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim menegaskan bahwa keberadaan SPBN/SPDN di setiap Kampung Nelayan Merah Putih merupakan kebutuhan ideal bagi Nelayan. “Keberadaan SPBN/SPDN di setiap Kampung Nelayan Merah Putih memang menjadi kebutuhan ideal untuk menunjang aktivitas nelayan. Meskipun kewenangan penyediaannya berada pada Pertamina, Pemerintah Provinsi NTB akan terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan tersebut dapat direalisasikan,”ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim.

Baca Juga :  Gubernur NTB Gaungkan Jihad Melawan Kemiskinan di Salat Idul Fitri 1446 H

Ia menjelaskan, setiap usulan tambahan dari Daerah harus disusun secara rinci dengan mempertimbangkan efektivitas pengelolaan kawasan, peningkatan Potensi Pendapatan, serta dampaknya terhadap Kesejahteraan Nelayan.

“Seluruh usulan akan ditelaah bersama. Apabila terdapat kebutuhan yang belum dapat difasilitasi melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi NTB akan mengupayakan dukungan sesuai kewenangannya,”tegas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim.

Menurut Muslim, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih di NTB.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTB berharap seluruh Kampung Nelayan Merah Putih dapat berkembang lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat Pesisir, baik dari sisi peningkatan Pendapatan, kemudahan akses sarana pendukung, maupun penguatan ekonomi kelautan secara berkelanjutan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika
Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan
Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan
Gubernur NTB Keliling Sembalun Temui Warga, Bagikan Bendera Merah Putih Sambil Serap Aspirasi
267 Balita di Taliwang Masih Stunting, Sumbawa Barat Genjot Intervensi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Dr Ufran, Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, mengulas Fenomena Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika dan Pentingnya Menjaga Batas antara Pelaporan Masyarakat dengan Penghukuman Melalui Media Sosial (Medsos).

Hukum & Kriminal

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agu 2026 - 15:43 WIB