Atasi Krisis Sampah NTB, Pemprov Perluas Landfill, WTE Dikebut, Anggaran Dibagi 40-40-20

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin rapat koordinasi penanganan krisis sampah di TPA Regional Kebon Kongok bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, membahas perluasan landfill, percepatan waste to energy (WTE), serta skema pembagian anggaran 40–40–20.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin rapat koordinasi penanganan krisis sampah di TPA Regional Kebon Kongok bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, membahas perluasan landfill, percepatan waste to energy (WTE), serta skema pembagian anggaran 40–40–20.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah konkret dan terukur untuk mengatasi krisis persampahan yang melibatkan Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, penanganan sampah dilakukan melalui dua skema utama, yakni solusi jangka pendek berupa perluasan landfill serta solusi jangka panjang melalui penerapan teknologi waste to energy (WTE).

Langkah jangka pendek dinilai mendesak guna memastikan layanan persampahan tetap berjalan optimal sembari menunggu sistem pengelolaan permanen terwujud.

“Untuk jangka pendek, kita tidak punya pilihan selain memperluas landfill. Ini harus segera dikerjakan agar tidak terjadi krisis sampah berulang,” ujar Gubernur dalam rapat koordinasi penanganan persampahan, Rabu (21/01/2026), di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Kemendagri Sorot Kenaikan Belanja Rapat dan Jamuan di APBD-P NTB 2025, Dikes dan Sekretariat DPRD Jadi Sorotan

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, serta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTB.

Dalam pertemuan itu, Gubernur menjelaskan bahwa perluasan landfill akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan yang telah siap secara teknis. Upaya ini diproyeksikan mampu menambah daya tampung TPA Regional Kebon Kongok hingga sekitar dua tahun ke depan.

Seiring dengan langkah tersebut, Pemprov NTB juga mendorong percepatan realisasi teknologi WTE sebagai solusi jangka panjang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurut Gubernur, sejumlah perusahaan telah mengajukan proposal WTE, dan pemerintah provinsi saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyelaraskan regulasi.

Baca Juga :  Kapal Pesiar Ovation Of The Seas Singgah di Gili Mas dengan 4.684 Penumpang, Gubernur NTB Soroti Tantangan Akomodasi

Koordinasi lintas kementerian tersebut diperlukan mengingat TPA Regional Kebon Kongok melayani dua daerah sekaligus, yakni satu kota dan satu kabupaten, sehingga membutuhkan skema pengelolaan dan regulasi yang terintegrasi.

Dalam penanganan jangka pendek, rapat juga menyepakati pembagian beban anggaran dengan proporsi 40 persen ditanggung Pemerintah Provinsi NTB, 40 persen oleh Pemerintah Kota Mataram, dan 20 persen oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pemprov NTB memastikan anggaran pembebasan lahan pendukung telah disiapkan.

“Target kita jelas, penyelesaian jangka pendek harus tuntas tahun ini, sehingga tidak perlu lagi menetapkan status darurat sampah ke depan,” katanya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi
Kota Mataram Juara Umum Festival LASQI NTB 2026, Wagub Umi Dinda Soroti Regenerasi
Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat
Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi
Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Kota Mataram Juara Umum Festival LASQI NTB 2026, Wagub Umi Dinda Soroti Regenerasi

Berita Terbaru

Panitia Pelaksana Melakukan Proses Identifikasi dan Verifikasi Pemilih Menggunakan Sistem E-voting Dalam Pilkades Serentak di 21 Desa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Pemerintahan

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Okt 2026 - 12:13 WIB