SUMBAWAPOST.com| Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memberhentikan 518 tenaga honorer.
Kepastian pahit itu disampaikan dalam audiensi yang berlangsung hingga pukul 22.00 WITA jelang ditik-Detik HUT ke-67 NTB, Rabu 17 Desember 2025, dalam suasana haru dan tegang, di tengah meriahnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke-67.
Ratusan honorer yang selama ini setia mengabdi harus menerima keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah berjam-jam menunggu kepastian dari pemerintah daerah. Momen audiensi malam itu menjadi titik akhir masa bakti mereka, saat keputusan resmi disampaikan oleh pemerintah.
Pemprov NTB menyatakan telah menyiapkan tali asih sebagai bentuk perhatian sekaligus kompensasi bagi para honorer yang terdampak kebijakan tersebut.
Rasa kecewa tak terbendung. Irfan, Koordinator Aliansi Honorer 518, menuturkan bahwa momen perayaan HUT NTB seharusnya menjadi hari bahagia bagi semua pihak, bukan justru menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian.
“Kami berharap Pemprov NTB membagi kebahagiaan perayaan HUT NTB ke-67 dengan kami. Namun yang kami terima justru tali asih, bersamaan dengan keputusan PHK. Ini bukan kebahagiaan, ini perpisahan yang menyakitkan,” ujar Irfan, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (18/12/2025).
Irfan juga secara terbuka memohon pemerintah Provinsi, khususnya Gubernur NTB, untuk menggunakan kewenangan diskresi demi membuka peluang penyelamatan bagi mereka.
“Pak Gubernur, kami berharap di hari yang berbahagia ini, beri kami satu diskresi. Mungkinkah ada pengaturan internal yang dapat diambil untuk mengakomodir kami,” pintanya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak tinggal diam. Ia menyatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mempertahankan Honorer 518, namun seluruhnya terkendala oleh kebijakan Pemerintah Pusat.
“Pemerintah Provinsi dalam hal ini telah sering mencari solusi untuk Honorer 518. Jika ada celah sebesar lubang jarum, saya pastikan akan memperjuangkan kalian. Namun faktanya tidak ada, kita dihalangi oleh peraturan pusat,” ujar Gubernur NTB.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa pemerintah tetap berusaha memberikan dukungan dalam bentuk tali asih sebagai bentuk perhatian di tengah momen perayaan Daerah.
“Pemprov tengah menyiapkan tali asih sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di tengah perayaan HUT NTB ke-67,” tambahnya.
Keputusan PHK yang diumumkan malam itu memicu ledakan emosi dalam ruang audiensi. Tangis dan kekecewaan pecah, menggambarkan betapa besar dampak kebijakan ini bagi kehidupan para honorer yang selama bertahun-tahun menggantungkan harapan pada pekerjaan mereka.
Bagi Honorer 518, malam peringatan HUT NTB ke-67 akan terkenang sebagai malam paling kelam sebuah perayaan yang berbalut perpisahan, ketika di tengah gegap gempita ulang tahun daerah, mereka justru kehilangan pekerjaan yang menjadi sandaran hidup.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










