Dapat Gelar Manggala Bhumi, Gubernur NTB Naik Level: Tantang Musuh Besar Bernama Kemiskinan Ekstrem

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima gelar kehormatan Manggala Bhumi Nusa Tenggara Barat dari Majelis Adat Sasak (MAS) pada Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi sekaligus Milad ke-30 MAS di D’Golong Narmada

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima gelar kehormatan Manggala Bhumi Nusa Tenggara Barat dari Majelis Adat Sasak (MAS) pada Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi sekaligus Milad ke-30 MAS di D’Golong Narmada

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima gelar kehormatan Manggala Bhumi Nusa Tenggara Barat dari Majelis Adat Sasak (MAS) pada Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi sekaligus Milad ke-30 MAS di D’Golong Narmada, Rabu (10/12). Gelar itu disambut Gubernur sebagai tanggung jawab besar, bukan hanya bagi masyarakat Sasak, tetapi seluruh warga NTB.

“Ini bukan sekadar simbol tetapi ini adalah amanah yang diberikan kepada saya untuk memberikan pengayoman bukan saja kepada Bangsa Sasak tapi juga kepada NTB secara keseluruhan,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam pidatonya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa tantangan terbesar NTB saat ini adalah kemiskinan ekstrem. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada nilai tindih, maliq, dan mereng untuk mempercepat perubahan.

“Musuh kita bersama hari ini adalah kemiskinan. NTB sampai hari ini masih menjadi satu dari 12 provinsi termiskin di republik ini. Karena itu melalui kepemimpinan yang tindih, maliq, dan mereng, insyaa Allah kita nawaitu, kita niatkan di tahun 2029, 106 desa kemiskinan ekstrem ini akan kita nol-kan,” tegasnya.

Baca Juga :  Lombok Sumbawa Nusantara Fair, Lebih Besar Lebih Meriah Ditengah Event MotoGP Mandalika 2024

Nilai tindih, maliq, dan mereng, lanjut Gubernur, merupakan karakter dasar masyarakat Sasak: kejujuran, integritas, keikhlasan bekerja untuk kepentingan kolektif, serta kerendahan hati yang berpadu dengan ketegasan moral.

“Bukanlah sebuah kebetulan, kita Bangsa Sasak diamanahkan untuk lahir dan besar di Pulau Lombok… dibutuhkan kombinasi karakter yang kompleks dan kuat untuk menjaga dan memeliharanya. Tindih, maliq, mereng,” jelasnya.

Pengerakse Agung MAS, Sajim Sastrawan, menyerukan agar masyarakat Sasak ikut menopang kepemimpinan Gubernur Iqbal dalam membangun daerah.

“Kita Sasak satu, marilah kita bersatu di dalam bendera Sasak untuk membangun daerah ini. untuk membantu kepala daerah, dalam hari ini Manggala Bhumi Sasak, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mewujudkan cita-citanya dalam menjadikan NTB makmur dan mendunia,” katanya.

Baca Juga :  Tambang Rakyat: Jalan Menuju Kedaulatan Ekonomi Lokal

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Deklarasi Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, pimpinan DPRD NTB, para kepala daerah se-Pulau Lombok, Rektor UIN, dan perwakilan UNRAM. Deklarasi ini memperkuat komitmen kolektif untuk:

1. Menjaga nilai ekologis Gunung Rinjani

2. Menolak segala bentuk perusakan lingkungan

3. Menguatkan status Rinjani sebagai Global Geopark dan Cagar Biosfer UNESCO

Deklarasi juga menekankan pentingnya penguatan lembaga adat lingkar Rinjani serta kemitraan multisektoral. Pengelolaan kawasan Rinjani didorong dilakukan secara kolaboratif, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan sebagai wujud penghormatan terhadap Rinjani sebagai kemali beleq, simbol luhur budaya dan spiritual masyarakat Sasak.

 

Berita Terkait

Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional
DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok
Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim
Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan
TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Aramco di Lombok Utara di Tengah Minimnya Dukungan
BKN Restui Perombakan Besar Birokrasi NTB, Jabatan ASN Berbasis Kompetensi Bukan Kedekatan
Asyik Nongkrong di Lapangan Karijawa, Dua Pemuda Dompu Diamankan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya
Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada PWI NTB 2026, Ini Daftar Pemenang Terbaik
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:10 WIB

DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:47 WIB

Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:54 WIB

Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:41 WIB

TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Aramco di Lombok Utara di Tengah Minimnya Dukungan

Berita Terbaru