Dinas Pertanian Kalsel Datang Belajar Kelola Alsintan dan Brigade Pangan ke NTB

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-
Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja (studi tiru) ke Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Agenda ini bertujuan menggali pengalaman dan strategi NTB dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penerapan kebijakan Brigade Pangan.

Rombongan diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muhamad Riadi, bersama jajaran pejabat struktural dan fungsional.

Dalam sambutannya, Plt. Kadistanbun NTB memaparkan kondisi pertanian di NTB yang memiliki karakteristik berbeda antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Luas kepemilikan lahan di Pulau Lombok relatif lebih kecil dibandingkan di Pulau Sumbawa. Tahun 2025 ini, kami mendapat bantuan combine harvester dari pemerintah pusat, di luar bantuan langsung ke kabupaten/kota. Alhamdulillah, seluruh bantuan telah kami distribusikan sesuai arahan Bapak Gubernur untuk memperkuat mobilitas pascapanen di tingkat kelompok tani,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua TP2D Dompu Maju Calon Ketua KONI, Pemuda Semprot: Jangan Rakus Jabatan, Belum Tuntas Satu, Mau Tambah Lagi? Buset!

Sementara itu, Kabid PSP Dinas Pertanian Provinsi Kalsel selaku ketua rombongan, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Distanbun NTB.

“Kami ingin belajar lebih dalam tentang pengelolaan alsintan di NTB. Seperti disampaikan Pak Kadis tadi, generasi milenial akan tertarik bertani bila ada sentuhan teknologi. Kami juga ingin mengetahui konsep terbaru dari pusat terkait brigade pangan, karena di daerah Yogyakarta yang kami ketahui, yang berkembang justru UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan),” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga ingin mendapatkan masukan terkait langkah-langkah NTB dalam perawatan alsintan, mengingat regulasi penyewaan alat masih menjadi kendala di berbagai daerah.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kadistanbun NTB menjelaskan bahwa pihaknya juga menghadapi tantangan serupa.

“Selama ini pengelolaan dan pascapanen masih ditangani oleh teman-teman UPJA di kabupaten/kota. Pemerintah provinsi hanya turun tangan apabila terjadi persoalan seperti persaingan tidak sehat antar-UPJA,” jelasnya.

Baca Juga :  Mendaki Secara Ilegal Untuk Menghindari Pemeriksaan, Bule Asal Rusia Jatuh di Gunung Rinjani

Selain itu, fungsional alsintan Distanbun NTB turut menambahkan bahwa program OPLAH (Optimalisasi Lahan) baru dimulai tahun 2025 dan masih dalam tahap konstruksi.

“Untuk brigade pangan, di NTB saat ini belum berjalan. Sementara itu, alsintan tidak boleh disewakan, hanya bisa dipinjam-pakaikan. Selama masa pinjam, peminjam menanggung biaya operasional, bahan bakar, serta penggantian onderdil jika terjadi kerusakan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hingga kini, UPJA berstatus profesional di NTB baru terdapat di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa.

Kunjungan kerja ditutup dengan diskusi interaktif dan pertukaran pengalaman antar kedua daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antarprovinsi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan alsintan dan pengembangan kelembagaan pertanian berbasis teknologi di Indonesia.

 

Berita Terkait

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa
HPMW Mataram Geruduk DLHK NTB, Desak Penertiban Tambak Udang Diduga Ilegal di Wera
Perjuangan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa: Antara Tuntutan Keadilan dan Ketakutan Elite Kehilangan Kendali atas Kekuasaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:53 WIB

Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis

Berita Terbaru