Mendaki Secara Ilegal Untuk Menghindari Pemeriksaan, Bule Asal Rusia Jatuh di Gunung Rinjani

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kecelakaan pendakian kembali terjadi di Gunung Rinjani, Jumat, 4 Oktober 2024, saat seorang pendaki Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia mengalami kecelakaan di sekitar Pos 2 jalur pendakian Sembalun. Pendaki tersebut diduga menggunakan jalur tikus untuk menghindari pemeriksaan di Pos 2, hingga akhirnya jatuh di lereng yang terjal. Kondisi korban cukup kritis, dengan patah tulang dan pendarahan di sekitar kepala, sehingga harus dievakuasi oleh tim gabungan dari petugas Taman Nasional, medis, dan aparat kepolisian.

Kepala Balai TNGR Lombok Yarman melalui keterangan tertulisnya di Mataram, menyampai kan, Evakuasi yang berlangsung lebih dari lima jam ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur pendakian. Pendakian ilegal atau upaya untuk melewati pos pemeriksaan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan nyawa.

Baca Juga :  Demi MotoGP Mandalika 2025, Gubernur Iqbal Libatkan Tokoh Adat, Pemuda, hingga Juru Kunci Pantai

“Insiden ini terjadi setelah sebelumnya, pada 29 September 2024, seorang pendaki asal Jakarta mengalami kecelakaan yang pencariannya masih berlangsung hingga saat ini,”ungkapnya. Sabtu 5 Oktober 2024.

Peraturan pendakian tidak dibuat semata untuk membatasi aktivitas, melainkan untuk melindungi keselamatan pendaki serta menjaga lingkungan yang rentan.

“Mengabaikan peraturan bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menyulitkan tim penyelamat yang harus bekerja di medan berat demi mengevakuasi korban,”terangnya.

Baca Juga :  Bupati Bima Ady Mahyudi: Hentikan Perpecahan, Jangan Coba-Coba Jual Jabatan di Daerah Ini!

Ia menegaskan, bahwa Kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pendaki untuk selalu patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Pendakian gunung bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan sembarangan; persiapan yang matang, termasuk izin resmi dan mengikuti jalur yang ditetapkan, adalah kunci untuk menghindari tragedi. Keselamatan adalah prioritas, dan setiap pendaki harus bertanggung jawab untuk mematuhi regulasi demi keamanan bersama,”sebut Yarman.

 

 

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru