Dana Rp43 Miliar Dikbud Digoyang, DPRD NTB Bongkar Dugaan Rekayasa Pengadaan Alat Praktik SMK

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Pengadaan alat praktik untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp43 miliar berubah jadi sorotan tajam. Bukan hanya soal keterlambatan proses, tetapi juga dugaan maladministrasi, lemahnya transparansi, hingga potensi pengaturan tender. DPRD NTB pun meradang dan langsung menembakkan kritik keras kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP)

Anggota DPRD NTB dari Duta Partai PAN, Muhamad Aminurlah atau akrab disapa Aji Maman, menilai proses pengadaan ini penuh kejanggalan. Menurutnya, jadwal resmi di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) berbeda jauh dengan realitas di lapangan.

“Dalam SiRUP, pemilihan penyedia dijadwalkan Januari-Mei 2025, kontrak Mei-Juli 2025. Tapi faktanya, pemilihan dan kontrak justru baru dilakukan pada 29 Agustus 2025,” tegas Aji Maman, Jum’at (12/9).

Baca Juga :  Solusi Murah Meriah ala Miq Iqbal: Ruang Rinjani Disulap Jadi Paripurna DPRD NTB, Kembali ke Khittah Lama

Ia menilai, perbedaan ini bukan sekadar kesalahan teknis. “Kalau jadwal formal hanya jadi hiasan dokumen, artinya perencanaan lemah dan publik bisa menilai ada rekayasa di balik layar,” sindirnya pedas.

Seharusnya, portal SiRUP menjadi instrumen transparansi publik. Namun, dengan fakta yang berbeda, DPRD menduga ada persoalan serius.

“Portal itu dibuat untuk mengontrol proses pengadaan. Kalau data di SiRUP tidak sesuai kenyataan, apa bedanya dengan pengadaan manual yang rawan kongkalikong?,” tegasnya.

Aji Maman juga tak menutup kemungkinan adanya dugaan pengaturan tender, mengingat nilai proyeknya besar dan terkait sektor pendidikan yang seharusnya dijaga integritasnya.

Keterlambatan kontrak berimbas langsung pada distribusi alat praktik. Padahal, siswa SMK sangat mengandalkan fasilitas ini untuk meningkatkan keterampilan mereka.

“Pengadaan alat praktik ini bukan sekadar beli barang, tapi soal masa depan SDM NTB. Kalau terlambat, berarti kita sengaja mengorbankan generasi muda,” kecamnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTB Aji Maman Ngamuk, APBD NTB 2026 Disebut Molor Total dan Terancam Jadi Dokumen ‘Asal Jadi’

Menurutnya, sesuai pedoman Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan dan aturan LKPP, antara perencanaan dan pelaksanaan seharusnya sinkron. Jika ada perbedaan, kata Aji Maman, potensi maladministrasi bisa saja terjadi.

Selain itu, DPRD mendesak Pemerintah Daerah Provinsi NTB agar UMKM lokal diprioritaskan dalam pengadaan alat praktik, selama produknya memenuhi standar.

“Jangan sampai dana miliaran lari ke luar daerah. Kalau barangnya ada di NTB dan sesuai spesifikasi, pakai UMKM lokal. Jangan korbankan ekonomi daerah,” tambah Aji Maman.

DPRD NTB menegaskan, jika tidak ada penjelasan memuaskan dari pemerintah, mereka siap mendorong audit investigasi.

“Kasus ini bukan sekadar soal alat praktik, tapi soal disiplin tata kelola, transparansi anggaran, dan komitmen membangun SDM NTB. Jangan main-main dengan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Yusril Tegaskan Kepemimpinan Sah PBB di Bawah Yuri Kemal, Nadirah Al-Habsyi: Kami Tegak Lurus
Tembus 5 Negara, QRIS Cross Border Bank NTB Syariah Buka Akses Transaksi Global
Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
BPS Ungkap Fakta Ekonomi NTB: Inflasi Turun, Pariwisata Melejit, Surplus Perdagangan Tembus Rp8 Triliun
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:56 WIB

NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:56 WIB

NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:14 WIB

BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:27 WIB

Yusril Tegaskan Kepemimpinan Sah PBB di Bawah Yuri Kemal, Nadirah Al-Habsyi: Kami Tegak Lurus

Berita Terbaru