Gubernur NTB dan BAZNAS Kompak: Operasi ‘Putus Rantai Miskin’ Dimulai, Siap Ubah Mustahik Jadi Muzakki

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menggeber semangat kolaborasi lintas sektor untuk memerangi kemiskinan ekstrem di Bumi Gora. Dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BAZNAS NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu (20/8), ia menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan setengah hati.

“Mari kita sama-sama selesaikan urusan kemiskinan ini. Setiap pihak bekerja sesuai kewenangannya, tapi di lapangan kita harus berorkestra, bergerak kompak supaya makin kuat,” tegas Iqbal, disambut tepuk tangan peserta.

Baca Juga :  Soal BTT, Dirjen Kemendagri Tegaskan Kepala Daerah Berwenang Hanya untuk Keadaan Mendesak dan Darurat Saja

Gubernur menilai, kemiskinan adalah akar dari berbagai persoalan sosial. Karena itu, kerja sama lintas lembaga sangat krusial, bukan sekadar menyalurkan bantuan sesaat, tetapi juga membangun sistem pendampingan berkelanjutan agar rantai kemiskinan bisa benar-benar diputus.

“Ada dua pilar dalam pembangunan sosial. Pertama, perlindungan sosial; kedua, pemberdayaan sosial. Nah, di pilar pemberdayaan inilah kita bisa mentransformasikan mustahik jadi muzakki. Kalau hanya diberi bantuan tanpa pendampingan, biasanya habis begitu saja,” ujar Iqbal.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov NTB siap memperkuat pelatihan keterampilan dan pendampingan bagi para amil BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan program BAZNAS NTB, termasuk Rumah Layak Huni (Mahyani), Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-KUP), serta beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana).

Baca Juga :  Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Langkah ini, tegas Iqbal, adalah bagian dari ‘gaspol’ percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem di NTB menuju target nol persen pada 2025.

 

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru