NTB Panen Udang Hampir 10 Triliunan Tiap Tahun, Tapi Pabriknya di Jawa, Kita Ini Nelayan atau Ekspedisi?

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 10:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim,  kembali menyuarakan urgensi hilirisasi komoditas perikanan di NTB, terutama udang vaname, yang selama ini justru memberi nilai tambah bagi daerah lain.

“Selama ini NTB hasilkan udang ratusan ribu ton tiap tahun. Tapi semua dikirim mentah ke Surabaya. Nilainya besar, tapi manfaatnya ke luar. Kita cuma dapat lelah,” tegas Muslim dalam keterangannya, saat ditemui wartawan beberapa hari lalu.

Untuk mengakhiri praktik ini, Muslim menegaskan bahwa NTB kini tidak hanya bicara wacana. Pemerintah provinsi melalui DKP telah memasukkan klausul wajib pengolahan di dalam daerah ke dalam Rancangan Perda tentang Pengawasan Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga :  HUT PMI ke-81, Lalu Doddy Minta Relawan NTB Kerja Ekstra Hadapi Kekeringan dan El Nino

“Ini bukan sekadar seruan moral. Kita jadikan perintah hukum. Kalau sudah diatur dalam Perda, maka itu wajib dijalankan. Udang, tuna, cakalang, rumput laut semua harus diolah di NTB,” ujarnya.

Untuk menarik investor agar membangun pabrik pengolahan udang di NTB, Muslim menyiapkan tiga ‘jurus pamungkas’:

1. Lahan Siapkan Provinsi

Pemerintah Provinsi NTB akan menyediakan lahan gratis milik daerah, khususnya yang berada di sekitar pelabuhan perikanan seperti Lombok, Santong, Tanjung Luar, dan Suba.

2. Perizinan Dipermudah

Investor akan mendapatkan dukungan penuh dalam proses perizinan dan fasilitasi regulasi.

3. Bebas Pajak dan Retribusi di Awal

Muslim menyarankan agar investor dibebaskan dari pajak dan retribusi daerah selama 1–2 siklus produksi, hingga mencapai titik impas (BEP).

Baca Juga :  Tolak Utang Rp70 Miliar, IMM ‘Semprot’ Pemda Dompu: Kebijakan Berisiko, Rakyat Bisa Tanggung Beban Berat

“Tentu dengan syarat mereka harus merekrut tenaga kerja lokal. Bukan hanya industrinya dibangun di sini, tapi juga anak-anak NTB yang kerja,” tegasnya.

Data DKP mencatat bahwa pada tahun 2023, produksi udang NTB mencapai 197 ribu ton. Dengan harga rata-rata Rp50.000 per kilogram, nilainya tembus hampir Rp10 triliun. Sayangnya, sebagian besar langsung dikirim ke luar daerah tanpa diolah, membuat NTB kehilangan nilai tambah besar.

“Ini saatnya NTB tak cuma jadi penghasil, tapi juga pengolah. Kita punya sumber daya, punya tenaga kerja, dan sekarang kita siapkan aturannya,” tutup Muslim penuh semangat.

 

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru