SUMBAWAPOST.com, Mataram –Pemanfaatan teknologi dalam misi penyelamatan kembali menuai apresiasi. Agus Hendra Sanjaya, personel andal dari Kantor SAR Mataram, menerima piagam penghargaan dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) atas kontribusinya dalam operasi penyelamatan pendaki yang terjatuh di kawasan Gunung Rinjani, pada 21 Juni 2025 lalu.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Agus dalam mengoperasikan drone berteknologi thermal yang mampu mendeteksi posisi korban di area jurang yang sulit dijangkau. Berkat kecermatannya, proses pencarian dapat dipercepat, dan evakuasi berhasil dilakukan dengan efisien.
Tak hanya menerima penghargaan, Agus juga dipercaya menjadi narasumber dalam webinar nasional bertajuk ‘Peran Nyata Teknologi Drone dalam Kegiatan Pencarian dan Pertolongan’ yang diselenggarakan oleh Divisi Mitigasi dan Emergency Response APDI. Dalam forum itu, Agus tampil bersama Rapaharya, Kepala Divisi Mitigasi dan Respon Cepat APDI, untuk membagikan kisah dan teknik lapangan secara langsung kepada peserta dari berbagai daerah.
Dalam sesi tersebut, Agus memaparkan bagaimana drone dengan fitur pencitraan termal mampu menjadi alat vital di medan ekstrem. Teknologi itu memungkinkan tim SAR mengidentifikasi titik panas tubuh manusia, bahkan saat terhalang vegetasi lebat atau struktur alam yang terjal.
“Drone bukan sekadar alat bantu visual, tapi sudah menjadi force multiplier dalam operasi SAR modern,” tegas Agus dalam paparannya.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi mutakhir seperti drone dalam misi kemanusiaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Efektivitasnya telah terbukti memperbesar peluang keselamatan korban serta mempermudah koordinasi tim di lapangan.
Pihak APDI berharap pencapaian Agus bisa menjadi inspirasi nasional, khususnya bagi para pelaku SAR, agar terus meningkatkan keterampilan dan adaptasi teknologi dalam menjalankan tugas-tugas penyelamatan yang penuh risiko.










