Rebut Ombak, Rebut Emas! PSOI NTB Siap Geser Venue Surfing PON 2028 dari NTT ke NTB

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Pengurus Provinsi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB menggelar rapat koordinasi virtual bersama pengurus kabupaten/kota se-NTB pada Rabu (25/06). Agenda ini digelar sebagai langkah strategis menjelang perhelatan PON 2028 yang akan dilaksanakan bersama oleh NTB dan NTT.

Ketua PSOI NTB, Nurbaya, menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan seluruh pengurus dalam menghadapi momentum besar tersebut.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan rekan-rekan semua, terutama pengurus di daerah. Kita harus fokus pada persiapan PON NTB-NTT 2028. Ini momentum besar kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan hasil koordinasi dengan KONI NTB yang menyatakan bahwa persiapan menyambut PON sudah mencapai 70-80 persen, termasuk kesiapan penyerahan bendera PON.

48 Cabor Dipertandingkan, NTB Target 50–60 Emas

Rapat tersebut juga membahas teknis pelaksanaan PON yang akan mempertandingkan 48 cabang olahraga, dengan rincian 22 cabor di NTT, 23 di NTB, dan tiga tambahan.

“Sebagai tuan rumah, target kita harus tinggi. Minimal peringkat 5 nasional dengan target 50–60 medali emas,” tegas Nurbaya.

Venue Surfing Diincar, PSOI NTB Unggulkan Potensi Alam Sendiri

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah potensi pemindahan venue cabor surfing dari Pulau Rote, NTT, ke NTB. PSOI NTB secara terbuka menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah surfing dengan berbagai keunggulan.

“Kita akan ajukan pemindahan venue surfing ke NTB. Secara teknis, kita punya ombak, atlet, dan pengurus aktif. Apalagi PSOI NTT sudah vakum setahun terakhir,” ungkap Nurbaya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terkonfirmasi Hadir Nonton MotoGP 2024, Pemprov NTB Rapat Evaluasi

Keputusan akhir tetap berada di tangan Pengurus Besar (PB), namun usulan dapat diajukan melalui KONI NTB dan Dispora.

Atlet SEA Games Optimis: 90 Persen Emas Surfing dari NTB

Atlet PSOI NTB sekaligus peraih medali di SEA Games, One Anwar, menyuarakan dukungan penuh atas usulan venue surfing digelar di NTB.

“Saya optimis 90 persen kita bisa sumbang emas dari surfing jika diselenggarakan di NTB. Kita sudah sangat paham medan, ombak, dan kondisi alam kita sendiri,” katanya.

Ia juga mengusulkan pelatihan intensif dan program pembinaan demi memperkuat kesiapan atlet secara teknis maupun mental.

Legitimasi dan Dukungan Internal Menguat

Joice Leting, pengurus PSOI NTB lainnya, menguatkan bahwa pemindahan venue surfing ke NTB akan memperkuat posisi kelembagaan PSOI NTB secara sah.

“Kita kuasai potensi alam, ombak, dan telah siap secara organisasi. Soal lokasi, tak perlu diperdebatkan, kita bicara NTB sebagai satu kesatuan, bukan daerah per daerah,” tegas Joice.

Nurbaya mengamini pernyataan tersebut dan menutup rapat dengan dorongan semangat bagi seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan dan komitmen bersama.

“Kalau PON ini diselenggarakan di NTB, ini jadi angin segar dan harapan kita semua. Mari kita tunjukkan bahwa NTB bisa, PSOI bisa, dan surfing bisa jadi penyumbang emas andalan,”terangnya.

KONI NTB Pastikan Siap Jadi Tuan Rumah PON 2028

Sementara itu, Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyatakan bahwa pihaknya sudah sangat siap untuk menyelenggarakan PON 2028 bersama NTT.

Baca Juga :  Mendagri Desak Kepala Daerah di NTB Segera Selesaikan Persoalan PPPK

“Dalam pertemuan kami bersama Gubernur NTB dan NTT dengan Kemenpora dan KONI Pusat, bahwa kita siap betul-betul menjadi tuan rumah PON 2028,” jelas Mori.

Menurutnya, kekhawatiran sejumlah pihak terkait kesiapan NTB mulai sirna seiring dengan kesiapan infrastruktur, atlet, serta dukungan dari seluruh elemen pemerintah daerah.

“Jujur saja kemarin masih ada beberapa cabang olahraga yang ragu. Tapi dengan kesiapan di semua lini mulai dari Pemprov, KONI, hingga bupati/wali kota jadi sudah jelas,” tambahnya.

Mori juga mengimbau agar masing-masing cabor segera mengundang pengurus pusat untuk meninjau langsung kesiapan arena pertandingan yang ada.

Butuh Rp3,3 Triliun, NTB Siapkan Revitalisasi GOR 17 Desember

Kebutuhan anggaran untuk PON diperkirakan mencapai Rp3,3 triliun, dengan alokasi Rp2 triliun untuk pembangunan dan revitalisasi venue, termasuk GOR 17 Desember di Mataram.

“Biasanya ini juga ada bantuan pusat, seperti saat Aceh jadi tuan rumah dibantu Rp770 miliar. Semoga kita pun mendapat dukungan yang cukup,” ujarnya.

NTB mengusulkan 47 cabor dan meminta 27 di antaranya digelar di wilayah NTB. Bahkan, satu cabor tambahan, yakni padel, diusulkan untuk digelar di NTB karena dianggap potensial sebagai ajang bertaraf internasional.

“Sesuai target, kita ingin meraih 60 medali emas dan masuk lima besar nasional. Insya Allah ini target realistis yang bisa kita capai,” tutup Mori.

 

 

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru