Sapi Nyasar, Parang Melayang! Warga Dompu Duel Gara-Gara Jagung Terinjak

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Kepolisian Sektor Kempo bergerak cepat menangani insiden pembacokan yang terjadi di So Doro Kola, Dusun Kesi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, pada Minggu (11/5) sekitar pukul 13.15 Wita. Peristiwa ini melibatkan dua warga, yakni MLD (42) sebagai korban dan KMD (35) sebagai pelaku.

Kapolsek Kempo IPTU Jubaidin, melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU Zuharis, mengungkapkan bahwa kejadian berawal dari perselisihan terkait keberadaan seekor sapi yang masuk ke lahan jagung milik korban. Korban menuding sapi tersebut milik pelaku, namun pelaku membantah dan menyatakan bahwa sapinya berada di lahan jagung milik warga lain bernama Haris, yang bahkan sudah dilakukan penggilingan.

“Perdebatan kemudian memanas hingga terjadi pertengkaran. Di situlah pelaku langsung mengayunkan sebilah parang ke arah korban dan mengenai beberapa bagian tubuh,” jelas IPTU Zuharis.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Akri Tersingkir, Muzihir Kembali Ketua, Sitti Ari Duduki Kursi Sekwil PPP NTB 2026-2031

Akibat sabetan parang tersebut, korban mengalami luka robek pada pergelangan tangan kiri, bahu kiri, dan punggung. Setelah kejadian, pelaku secara sukarela menyerahkan diri ke Mapolsek Kempo untuk menghindari amukan massa.

“Korban segera kami evakuasi ke Puskesmas Kempo untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pelaku langsung kami amankan dan bawa ke Polres Dompu agar situasi tidak makin memanas,” ujar Kapolsek Kempo dalam keterangannya.

Baca Juga :  Selamat, 30 Anggota DPRD Lombok Utara 2024-2029 Resmi Dilantik

IPTU Jubaidin juga menegaskan bahwa dirinya turun langsung ke lokasi kejadian bersama anggota untuk memimpin proses evakuasi dan penanganan awal di lapangan.

Saat ini, aparat kepolisian sedang melakukan pendekatan dan penggalangan terhadap keluarga korban serta masyarakat sekitar guna mencegah terjadinya aksi balasan yang dapat memicu konflik horizontal.

“Situasi terakhir masih aman dan terkendali. Kami terus melakukan deteksi dini dan pendekatan persuasif agar kondusifitas wilayah tetap terjaga,” tandas IPTU Zuharis.

Sebilah parang yang digunakan dalam insiden tersebut telah diamankan sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Proses hukum terhadap pelaku kini dalam penanganan Polres Dompu.

 

Berita Terkait

Deposit Tambang Hu’u Dompu Capai 3 Miliar Ton, PT STM Siapkan Jalan, Dermaga hingga Bandara
Tambang Hu’u Dompu Ditunggu Jadi Mesin Ekonomi NTB, Sekda Desak PT STM Segera Bereskan Perizinan
125 Dapur MBG di NTB Disuspend, BGN Perketat Pengawasan hingga CCTV Terhubung ke Pusat
Mutasi 264 Perwira Polri, Wakapolda NTB hingga Kapolres Dompu Berganti
Antrean Kayangan-Poto Tano Mengular hingga 3 Jam, Pemprov NTB Ungkap Penyebabnya
7.364 Anak Lombok Barat Putus Sekolah, Gubernur NTB Siapkan Jurus Jemput Bola
7.364 Anak di Lombok Barat Putus Sekolah, Mayoritas Lulusan SMP Tak Bisa Lanjut ke SMA
Guru SD di Dompu Diduga Dianiaya, Pelaku Nyaris Jadi Sasaran Amarah Warga
Berita ini 586 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:53 WIB

Deposit Tambang Hu’u Dompu Capai 3 Miliar Ton, PT STM Siapkan Jalan, Dermaga hingga Bandara

Kamis, 5 November 2026 - 06:45 WIB

Tambang Hu’u Dompu Ditunggu Jadi Mesin Ekonomi NTB, Sekda Desak PT STM Segera Bereskan Perizinan

Rabu, 4 November 2026 - 21:04 WIB

125 Dapur MBG di NTB Disuspend, BGN Perketat Pengawasan hingga CCTV Terhubung ke Pusat

Rabu, 4 November 2026 - 19:25 WIB

Mutasi 264 Perwira Polri, Wakapolda NTB hingga Kapolres Dompu Berganti

Rabu, 4 November 2026 - 17:55 WIB

Antrean Kayangan-Poto Tano Mengular hingga 3 Jam, Pemprov NTB Ungkap Penyebabnya

Berita Terbaru