Belum Sempat Hitung Uang Sedekah, Pencuri Kotak Amal di Mataram Disedekahi Pukulan Sebelum Polisi Datang

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Aksi nekat seorang pria asal Jawa Timur berujung apes. Terduga pencuri kotak amal di Masjid Nurul A’la, Karang Pule, Kecamatan Ampenan, Mataram, ini nyaris tak bernyawa setelah dipergoki warga, Selasa (07/10/2025).

Pria berinisial RF (27) itu langsung menjadi sasaran amarah warga setelah kedapatan mengambil kotak amal di dalam masjid. Beruntung, polisi datang tepat waktu menyelamatkannya dari amukan massa yang kian beringas.

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Ampenan dipimpin Ipda Sudrajat, S.H., bergerak cepat begitu laporan masyarakat diterima. “Begitu mendapat informasi, kami segera ke TKP. Selain mengamankan terduga dari massa, tim juga melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di masjid,” ujar Ipda Sudrajat.

Baca Juga :  Tim Mabes Polri Turun Gunung Pantau Pilkada Serentak 2024 di NTB

Terduga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk mendapat perawatan akibat luka di tubuhnya. Setelah kondisinya stabil, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Ketua Bawaslu NTB Masuk Kampus: Bukan Awasi Kotak Suara, Tapi Masa Depan dan Soft Skill Mahasiswa

Selain mengamankan pelaku, aparat juga menyita sejumlah barang bukti terkait aksi pencurian tersebut.

Dalam kesempatan itu, polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri.

“Kami mengapresiasi kepedulian warga, tetapi tindakan kekerasan tidak dibenarkan. Serahkan sepenuhnya kepada kami, biarkan Polri yang menindak sesuai hukum,” tegasnya.

Langkah cepat petugas Polsek Ampenan mendapat apresiasi dari warga, yang menilai kehadiran polisi di lapangan mampu mencegah situasi agar tidak semakin panas.

Berita Terkait

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:24 WIB

Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Berita Terbaru