DPRD Sumbawa Soroti Kisruh Elpiji 3 Kg: Harga Tak Sesuai HET, Pemda dan Pertamina Diminta Bertindak Tegas

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa – Polemik kelangkaan dan mahalnya gas Elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sumbawa kembali memanas. Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar rapat dengar pendapat (hearing) pada Jumat (2/5) yang memperlihatkan kegelisahan serius wakil rakyat terhadap amburadulnya distribusi gas bersubsidi tersebut.

Rapat yang berlangsung di ruang pimpinan DPRD itu menghadirkan sejumlah pihak penting: perwakilan PT Pertamina, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, serta Camat Alas. Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, S.IP, diskusi berjalan panas dan penuh kritik.

Harga Melambung, Sub Penyalur Lepas Kendali

Para legislator dengan tegas menyoroti ketimpangan harga Elpiji 3 kg yang tak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Mereka menuding lemahnya pengawasan, khususnya di tingkat sub penyalur, sebagai biang kerok kekacauan ini. Alih-alih menjadi penolong rakyat kecil, gas subsidi justru jadi ladang permainan harga yang merugikan.

Baca Juga :  FSVA 2025 Ungkap Ketahanan Pangan Sumbawa Kian Kuat, 98 Persen Desa Masuk Kategori Aman

Empat Tindakan Tegas: DPRD Tak Main-Main

Rapat itu menghasilkan empat poin rekomendasi penting:

1. Perketat Pengawasan – Pemda diminta tak tinggal diam. Pengawasan dari agen, pangkalan, hingga sub penyalur harus diperketat. Tujuannya jelas: harga Elpiji sesuai HET, rakyat kecil tak lagi jadi korban.

2. Segera Atur Sub Penyalur – DPRD mendorong lahirnya regulasi harga di tingkat sub penyalur. Koordinasi dengan Kementerian ESDM dianggap krusial untuk mencegah permainan harga liar.

3. Libatkan Camat dan Kades – Pengawasan harus menyentuh akar rumput. Camat dan kepala desa diminta aktif mengontrol distribusi, termasuk menindak tegas pangkalan nakal seperti di Desa Baru.

Baca Juga :  Syirajuddin Sukses Antar Anaknya Marga Harun Jadi Anggota DPRD NTB

4. Pertamina Diminta Evaluasi dan Tambah Pangkalan – PT Pertamina didesak memperbarui data dan memperluas jaringan pangkalan agar distribusi gas bersubsidi benar-benar merata dan tepat sasaran.

DPRD Siap Kawal, Rakyat Jangan Dibohongi

Komisi II menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi gas Elpiji 3 kg agar tak dijadikan komoditas spekulatif oleh oknum tak bertanggung jawab. “Kami tidak akan tinggal diam. Rakyat kecil harus dilindungi,” tegas Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma.

Kisruh Elpiji ini menjadi peringatan keras bahwa kebutuhan pokok rakyat tak boleh dijadikan ladang bisnis semata. Semua pihak, dari pemerintah daerah hingga BUMN, diminta bertanggung jawab-sebelum gejolak harga berubah jadi gejolak sosial.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru