FSVA 2025 Ungkap Ketahanan Pangan Sumbawa Kian Kuat, 98 Persen Desa Masuk Kategori Aman

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran resmi FSVA 2025 oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa

Peluncuran resmi FSVA 2025 oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa

SUMBAWAPOST.com| Sumbawa Besar- Kabupaten Sumbawa menunjukkan capaian positif dalam ketahanan pangan. Sebanyak 98,79 persen desa di wilayah tersebut dinyatakan berada dalam kondisi tahan pangan, berdasarkan hasil Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2025.

Capaian ini ditandai dengan peluncuran resmi FSVA 2025 oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/12/2025). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 10 Tahun 2022.

Dalam sambutannya, Wabup H. Ansori menegaskan bahwa FSVA bukan sekadar dokumen teknis, melainkan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada publik dalam membangun kebijakan pangan yang berbasis data.

“Launching FSVA ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah bahwa kebijakan pangan di Kabupaten Sumbawa dibangun berbasis data, analisis spasial, dan indikator yang terukur,” tegas H. Ansori.

Baca Juga :  Berantas Peredaran Miras Jelang Pilkada 2024 Kota Mataram, Polisi Sita Ratusan Minuman Tanpa Izin

Ia menekankan, FSVA harus menjadi rujukan bersama lintas sektor, baik dalam perencanaan, penganggaran, maupun pelaksanaan program pembangunan daerah.

“FSVA harus menjadi acuan bersama agar seluruh program pembangunan ketahanan pangan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil analisis FSVA 2025, dari 165 desa di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 163 desa masuk kategori aman (Prioritas 4-6). Meski demikian, masih terdapat dua desa yang membutuhkan perhatian khusus, yakni Desa Mungkin di Kecamatan Orong Telu dan Desa Buin Baru di Kecamatan Buer.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Ahmad Yani, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan intervensi pemerintah daerah dalam menekan tingkat kerentanan pangan.

“Alhamdulillah, dalam FSVA 2025 tidak ada lagi desa yang masuk Prioritas 1 atau tingkat kerentanan pangan tertinggi. Ini menunjukkan intervensi pemerintah daerah berjalan efektif,” ungkap Ahmad Yani.

Baca Juga :  BBM Mahal dan Infrastruktur Buruk! Nelayan Teluk Awang Menjerit, Gubernur NTB Desak Pusat Serahkan Pelabuhan

Ia menambahkan, penyusunan FSVA selaras dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta mendukung visi Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. Namun demikian, Ahmad Yani mengungkapkan bahwa masih adanya dua desa dalam kategori perhatian khusus dipengaruhi sejumlah faktor.

“Kerentanan di dua desa tersebut dipengaruhi keterbatasan akses transportasi, air bersih, layanan kesehatan, rasio lahan pertanian, serta sarana ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan memfokuskan intervensi pada penguatan infrastruktur dasar, penyediaan air bersih, peningkatan layanan kesehatan desa, pengembangan sektor pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

FSVA 2025 sendiri disusun menggunakan enam indikator komposit yang mencakup tiga pilar utama, yakni ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan, sebagai dasar pengambilan kebijakan ketahanan pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB