Sidak ke Puskesmas Lopok, Anggota DPRD Sumbawa Klarifikasi Isu Pasien Meninggal Akibat Tidak Ada Petugas

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 19 April 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Gerindra, Andi Rusni, SE, MM, angkat bicara soal viralnya kabar meninggalnya seorang pasien di Puskesmas Lopok, Kecamatan Lopok, yang dituding akibat tidak adanya petugas medis saat pasien datang. Dugaan tersebut mencuat setelah unggahan seorang warga di media sosial mengklaim bahwa pasien bernama Ny. Fatma, warga Desa Bagetango, tidak mendapat pelayanan medis karena ruangan UGD kosong tanpa petugas.

Menanggapi hal itu, Andi Rusni langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Lopok pada Jumat pagi (18/4), tepat pukul 07.09 WITA. Dalam kunjungan tersebut, ia melakukan wawancara dengan petugas, memanggil staf yang piket saat kejadian, serta mengecek langsung rekaman CCTV.

Fakta Lapangan yang Ditemukan

Hasil dari pengecekan dan wawancara menunjukkan beberapa poin penting:

1. Memang benar saat keluarga pasien pertama tiba di UGD, petugas tidak berada di dalam ruangan, namun mereka berada di ruang jaga UGD yang berjarak sekitar 20 meter di belakang ruangan.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan untuk Lansia Hingga Penyandang Disabilitas

2. Tindakan medis dilakukan hanya 20 detik setelah keluarga memanggil petugas, berdasarkan waktu yang terekam di CCTV.

3. Saat sidak dilakukan, petugas di ruang PONED dan ruang rawat inap juga berada di tempat dan aktif bertugas.

4. Setelah pasien mendapatkan penanganan medis sesuai SOP, kondisinya terus menurun hingga saturasi oksigen mencapai 60%. Dokter jaga memutuskan untuk melakukan rujukan ke RSMA. Namun saat koordinasi online dilakukan, petugas RSMA meminta untuk menunggu karena kondisi rumah sakit sedang overload. Sayangnya, kondisi pasien terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal.

5. Ketika kejadian berlangsung, anak kandung pasien turut menyaksikan dan menerima kenyataan tersebut. Namun, keluarga lainnya yang tidak menyaksikan langsung kejadian menjadi emosi, melakukan perusakan fasilitas UGD dan mengancam petugas medis.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Dari hasil sidaknya, Andi Rusni menyimpulkan bahwa:

Tidak benar jika disebut tidak ada petugas atau tidak ada pelayanan saat pasien datang.

Baca Juga :  Mbojo di Ambang Krisis! Musyawarah Akbar Ulama dan Tokoh Islam Bima Bongkar Carut-Marut Blokir Jalan, Narkoba, dan Kemiskinan

Sistem koordinasi online antar fasilitas kesehatan perlu dievaluasi, terutama untuk pasien dalam kondisi darurat.

Perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi RSMA dan rumah sakit lainnya, apakah benar-benar overload saat kejadian.

Ruang UGD dan ruang jaga perlu disatukan agar tidak memunculkan persepsi kosongnya pelayanan.

Perlu disediakan pagar atau parkiran khusus petugas untuk menghindari kehilangan motor yang membuat mereka memarkirkan kendaraan di ruang PONED.

Pemagaran halaman belakang PKM Lopok perlu segera dilakukan karena sering dimasuki ternak.

Imbauan untuk Semua Pihak

Andi Rusni juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyampaikan informasi ke publik, khususnya di media sosial.

“Jika informasi yang disebarkan tidak benar, bisa memicu reaksi emosional yang membahayakan stabilitas sosial dan merugikan daerah kita sendiri,” tegasnya.

Laporan ini disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, pimpinan DPRD, Komisi IV, Kepala Dinas Kesehatan, serta direktur rumah sakit terkait, sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan lebih lanjut.

 

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB