SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Kelas United Tractors (UT) School di SMKN 6 Mataram pada Selasa (15/4). Kelas ini merupakan program pelatihan reguler mekanik alat berat kedua di NTB setelah sebelumnya diluncurkan di Sumbawa.
Peresmian ini dilakukan bersama Direktur UT School, Edhie Sarwono, sebagai bagian dari komitmen UT dalam mendukung pendidikan vokasi yang berbasis industri.
“Hari ini, Alhamdulillah, Pak Edhie memenuhi janjinya meluncurkan UT School di Lombok, setelah sebelumnya hadir di Sumbawa,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur Iqbal menyoroti tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK di NTB. Ia menilai, salah satu penyebab utama adalah kurangnya keterkaitan antara kurikulum SMK dengan kebutuhan dunia industri.
“Selama ini, SMK kita dibangun berdasarkan intuisi, bukan berdasarkan data statistik,” tegasnya.
Ia juga menyinggung peluang besar yang terbuka akibat fenomena “aging society” di berbagai negara maju seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan sejumlah negara Eropa. Namun, peluang tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena minimnya tenaga kerja muda Indonesia yang tersertifikasi secara internasional.
“Oleh karena itu, kita harus membalik logika dalam menyusun kurikulum SMK. Mulai dari kebutuhan hilir, standar sertifikasinya apa, baru kita siapkan dari hulu. Inilah yang ingin saya internalisasikan di NTB,” jelasnya.
Kehadiran UT School diharapkan dapat melahirkan lulusan SMK yang terampil, bersertifikasi, dan memiliki karakter serta kedisiplinan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Dalam mendukung pembentukan karakter siswa, Pemprov NTB juga akan membentuk kantin kejujuran di SMA dan SMK. “Tidak perlu dijaga. Biarkan siswa belajar jujur dengan membayar sesuai harga. Tahun pertama mungkin banyak yang hilang, tapi itu bagian dari proses. Nanti akan kita subsidi,” ucap Gubernur.
Tak hanya itu, Pemprov NTB juga berencana menjalin kerja sama dengan TNI untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SMK.
“Ke depan, kita akan mencoba MoU dengan TNI untuk membina kedisiplinan siswa, seperti yang dilakukan UT School,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada UT School atas komitmen dan kontribusinya, serta mengajak untuk merancang program jangka panjang guna membangun warisan berkelanjutan bagi NTB.
“Mari kita tidak berhenti di sini. Saya mengundang UT School untuk duduk bersama merancang kontribusi jangka panjang. Kita bangun legacy yang bisa dinikmati masyarakat NTB, tidak hanya hari ini, tapi 10 hingga 15 tahun ke depan,” tutupnya.










