SUMBAWAPOST.com, Dompu– siang jadi hari yang tak biasa di Pantai Wadu Jao, Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Laut yang biasanya jadi sahabat nelayan mendadak “ngambek”. Seorang nelayan sepuh, Abdullah Mansyur (75), tenggelam saat menjaring ikan dan membuat geger warga sekampung.
Begitu kabar tenggelamnya sang kakek menyebar, Polsek Pajo langsung tancap gas. Kapolsek IPDA Gunawan Husnijaya tak buang waktu, langsung mengomandoi timnya dengan heroisme ala film laga untuk menyisir lokasi. Bhabinkamtibmas Desa Jambu, AIPDA Roni Febriadi pun meluncur dengan kecepatan penuh (tentu saja sesuai aturan lalu lintas). Jum’at 4 April 2025.
Namun sayangnya, ketika tim sampai di TKP, korban telah lebih dulu dievakuasi warga ke Pustu terdekat. Harapan pupus. Sang nelayan senior dinyatakan meninggal dunia.
Menurut kesaksian warga, almarhum menyelam untuk melepaskan jaring yang nyangkut. Tapi nasib berkata lain, arus bawah laut yang dikenal kejam berhasil menyeret sang pahlawan laut ke alam keabadian. Ia ditemukan mengapung.
Tak Tinggal Diam, Polisi dan Warga Beri Pelukan Moril
Tak hanya mengecek TKP, Bhabinkamtibmas dan Kades Jambu langsung melayat ke rumah duka. Bukan hanya formalitas, tapi bentuk nyata empati: pelukan, doa, dan air mata.
Kapolsek Pajo pun mengeluarkan pernyataan yang tak kalah menyentuh:
“Keselamatan itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” pesannya dengan nada serius.
Ia juga mengingatkan agar nelayan selalu pakai pelampung, bukan hanya karena gaya, tapi demi nyawa.
Jenazah Abdullah Mansyur dimakamkan di TPU Desa Jambu.










