HMI Bima Bongkar Fakta! Indonesia Emas 2045: Visi Mulia atau Ilusi Politik?

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI Bima: Saatnya GENERASI Muda Menagih Janji

 

SUMBAWAPOST.com, Bima – Wacana Indonesia Emas 2045 kembali diguncang kritik tajam. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima menggelar dialog publik penuh gebrakan bertajuk “Indonesia Emas Tahun 2045: Terealisasi atau Hanya Wacana?” pada Selasa, 25 Maret 2025. Tak sekadar diskusi biasa, acara ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama kader dan alumni HMI.

Indonesia Emas : Visi atau illusi?

Dalam forum panas ini, hadir sejumlah tokoh penting, seperti anggota DPR Provinsi NTB Abdul Ra’uf, S.T., MM., anggota DPRD Kota Bima Abdul Rabbi Sahrir, serta Sekretaris MD KAHMI Kota Bima, Solikhin, S.H. yang mengupas tuntas realitas pembangunan Indonesia yang masih penuh tanda tanya besar.

Ketua HMI Cabang Bima, Irwan Amirullah, langsung mengguncang forum dengan pernyataannya yang tajam.

“Sudah lebih dari dua dekade kita mendengar soal Indonesia Emas 2045. Tapi, apakah itu benar-benar target yang realistis? Atau hanya slogan yang dijual demi kepentingan politik?,” tegas Irwan, memantik diskusi kritis.

Menurutnya, kondisi saat ini masih jauh dari kata ideal, dengan pembangunan yang timpang, ketidakadilan hukum, serta ekonomi yang masih dikuasai segelintir elite. Jika tidak ada perubahan nyata, Indonesia Emas bisa jadi hanya mitos belaka.

Bongkar Problem Bangsa: Realita yang Tak Terbantahkan

Baca Juga :  HMI Cabang Mataram Serbu Kantor Gubernur, Miq Iqbal Tegaskan: Mereka Demo Karena Cinta Indonesia dan Cinta NTB

Giat yang berlangsung di Home Stay Kota Bima ini benar-benar menjadi ajang pembongkaran realitas pahit pembangunan bangsa. Berikut adalah 4 persoalan utama yang dianggap menjadi penghambat utama Indonesia Emas 2045:

1. Pendidikan Elit, Masyarakat Terpinggirkan– Akses pendidikan masih timpang, dengan kualitas yang berbeda jauh antara kota dan desa.
2. Ekonomi untuk Siapa? – Ketimpangan semakin lebar, dengan kekayaan yang dikuasai kelompok oligarki, sementara rakyat kecil tetap berjuang dalam keterbatasan.
3. Hukum Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah – Korupsi merajalela, tetapi penegakan hukum masih tebang pilih.
4. Politik Oligarki Masih Menghantui. Kekuasaan tetap dikuasai oleh kelompok elite, membuat kebijakan yang pro-rakyat sulit terwujud.

“Bicara Indonesia Emas itu bukan sekadar slogan. Ini soal komitmen nyata! Tanpa langkah konkret, ini hanya akan jadi wacana kosong,” seru Irwan di akhir diskusi, yang disambut antusias oleh peserta.

Indonesia Emas 2045: Mimpi Megah yang Terancam Korupsi Dan Strategi Amburadul

Sementara itu, dalam sesi diskusi mendalam, anggota DPRD NTB Abdul Rauf menegaskan bahwa pemerataan pembangunan SDM, infrastruktur, dan ekonomi harus menjadi prioritas utama. Namun, ia tak menampik bahwa korupsi adalah penghambat terbesar yang bisa menghancurkan visi besar ini.

“Kalau korupsi masih dibiarkan merajalela, jangan harap Indonesia bisa mencapai visi emasnya. Pemberantasan korupsi harus menjadi langkah utama agar pembangunan bisa berjalan sesuai target,” tegasnya.

Baca Juga :  37 Delegasi Dunia Serbu NTB, Dari Diplomasi Sampai Investasi

Senada dengan itu, anggota DPRD Kota Bima Abdul Robbi Syahrir mengingatkan bahwa tanpa strategi pembangunan yang konsisten dan berkelanjutan, Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi sekadar slogan di atas kertas.

“Harus ada kesinambungan antara perencanaan dan eksekusi pembangunan. Jika strategi terus berubah tanpa arah, maka ini hanya akan jadi ilusi politik,” ujarnya dengan nada geram.

Sementara itu, Solikhin, Sekretaris MD KAHMI Kota Bima, menekankan bahwa formulasi hukum yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga demokrasi dan memastikan visi besar ini dapat tercapai.

“Kita butuh sistem hukum yang tegas dan tidak bisa dimanipulasi untuk kepentingan segelintir orang. Jika hukum masih bisa dipermainkan, maka Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi mimpi kosong,” tegasnya.

Indonesia Emas 20245: Mimpi Besar Atau Utopia?

Diskusi ini menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan hanya sekadar harapan, tetapi juga tantangan berat yang membutuhkan solusi nyata. Tanpa langkah konkret, visi ini bisa saja menjadi mimpi yang tak pernah terwujud.

HMI Bima pun menegaskan bahwa generasi muda harus berani bersuara, menuntut kebijakan yang pro-rakyat, dan memastikan bahwa Indonesia tidak hanya besar dalam wacana, tetapi juga dalam kenyataan.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru