Program beasiswa luar negeri menjadi salah satu program unggulan Zulkieflimansyah di periode sebelumnya. Kini Zulkieflimansyah kembali melanjutkannya, bahkan kuotanya ditambah jadi 10 ribu cendekia ketika nanti terpilih kembali menjadi Gubernur NTB 2024-2029 yang saat ini maju berpasangan dengan Suhaili.
Inilah sumber Keuangan dan cara pembiayaan Rencana Beasiswa 10 Ribu Ke Dalam dan Luar Negeri oleh pasangan Bakal Calon Gubernur NTB Zulkieflimansyah-Suhaili (Zul-Uhel).
Oleh; Mada Gandhi, Tokoh Pulau Sumbawa
Pidato deklarasi Zul-Uhel bakal calon gubernur NTB 2024-2029 bersama PKS di Mataram 4 Agustus lalu berencana melanjutkan program beasiswa yang sukses pada periode pertama. Tak tanggung-tanggung dari 5000 menjadi 10 ribu orang. Pertanyaannya dari mana duitnya dan bagaimana caranya?
Realisasi beasiswa periode sebelumnya tercatat 5000-an orang terdiri dari 1000 ke luar negeri dan sisanya dalam negeri. Tadinya hanya menargetkan 1000 orang dengan tagline 1000 cendikia.
Saya menanyakan ini kepada Dr. Zulkieflimansyah, pada tanggal 7 Agustus 2024 bakal calon gubernur NTB apakah ini cuma gimmic politik untuk menarik dukungan. Lalu bagaimana evaluasi program ini sebelumnya ? Melalui saluran telepon bersedia menjelaskan.
Pada dasarnya hitungannya sederhana. Di atas kertas lebih dari mampu jika semua pihak menganggap investasi pada manusia melalui pendidikan sesuatu yang sangat penting. Sumbernya ada empat, yang selama ini belum maksimal dilakukan:
Pertama dari APBD provinsi, Kedua, APBD masing-masing daerah kabupaten/kota, ketiga pokir anggota dewan dan keempat CSR perusahaan swasta. Setiap daerah kabupaten/kota mengalokasikan dari APBD untuk mengirimkan siswa terbaik yang telah diseleksi di daerah masing-masing. Total dari 4 sumber tersebut akan terkumpul 14.000/5 tahun. Hitungannya begini:
Bahwa rata-rata biaya sekolah per orang hingga selesai Rp 5 milyar/100 orang. Di negara tertentu bahkan ada yang lebih murah dengan kwalitas lulusan yang baik. Apakah semua diarahkan ke luar negeri? Tentu tidak, pengalaman sebelumnya justru 1 berbanding 5.
Periode lalu menggunakan APBD Provinsi, menurut Dr. Zul, komposisinya 5000 beasiswa termasuk luar negeri 1000 orang. Mencoba menggunakan asumsi yang sama dari sebelumnya kali ini ditambah dengan 3 sumber lain yang belum digarap periode lalu.
Kedua bersumber dari APBD Kabupaten/kota. Tidak semua daerah punya kemampuan APBD yang sama, maka diambil asumsi rata-rata 70/orang/tahun di kali lima tahun akan menjadi 3.500 orang.
Beasiswa yang bersumber dari pokok pikiran (pokir) dewan tanpa mengurangi hak yang sudah ada dengan cara menambah alokasi beasiswa. Jumlah anggota Dewan Periode 2024 s/d 2029 sebanyak 450 orang. Jika masing-masing membiayai 3 orang dari dapil masing-masing maka dalam setahun akan mencapai 1.350 orang. Dalam 5 tahun menjadi 6.750.
Adapun beasiswa yang bersumber dari Corpotare Social Responsibility/CSR perusahaan serta dana Program Pemberdayaan Masyarakat/PPM yang beroperasi di NTB dengan asumsi 500 orang per tahun, maka tak kurang dari 2.500 orang yang terbantu.
Dengan demikian dari ke 4 sumber tersebut tidak kurang dari 14 ribu beasiswa yang dapat disalurkan. Secara teknis dapat dibagi komposisi dalam dan luar negeri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.
Informasi lebih lengkap tentang beasiswa NTB melalui official web https://beasiswa.ntbprov.go.id/










