34 Tahun Mengabdi Sunyi, Munahir Terima SK PPPK dan Hadiah Umrah dari Gubernur NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honorer Dompu Munahir  saat menerima SK PPPK Paruh Waktu. Tidak hanya itu Munahir juga mendapatkan surprise istimewa berupa hadiah umrah langsung dari Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal.

Honorer Dompu Munahir saat menerima SK PPPK Paruh Waktu. Tidak hanya itu Munahir juga mendapatkan surprise istimewa berupa hadiah umrah langsung dari Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-
Di antara ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Selasa (23/12/2025), terselip kisah pengabdian sunyi yang menggetarkan hati.

Sosok itu adalah Munahir (56), honorer asal Kabupaten Dompu. Selama puluhan tahun, langkah pengabdiannya nyaris tak terdengar. Namun ketekunan, konsistensi, dan tanggung jawabnya akhirnya berbuah manis. Tidak hanya SK PPPK Paruh Waktu yang ia terima, Munahir juga mendapatkan surprise istimewa berupa hadiah umrah langsung dari Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal. “Insya Allah akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Januari tahun depan,”ungkapnya.

Momen tersebut membuat suasana penyerahan SK di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, berubah haru. Air mata Munahir tumpah, tubuhnya bersujud syukur. Ayah lima anak itu telah mengabdi selama 34 tahun, dan hanya berselang satu minggu lagi ia akan memasuki masa pensiun.

Pemerintah Provinsi NTB secara resmi menyerahkan SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Tahun 2025 kepada 9.411 pegawai, dipimpin langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, disaksikan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Penjabat Sekda NTB Lalu Moh. Faozal, serta para kepala OPD dan BLUD.

Baca Juga :  Dosen UIN Mataram Salah Jurusan: Ngaku Ngajar Akhlak, Ternyata Praktikum Syahwat

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil.

“Akhirnya kita sampai di titik ini. Setelah perjuangan panjang, tidak ada satu pun dari 9.411 orang ini yang tertinggal. Alhamdulillah, hari ini semuanya bisa dilantik. Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat atas penantian panjang yang akhirnya terwujud,” ujar Gubernur.

Ia juga mengingatkan bahwa capaian tersebut patut disyukuri, mengingat masih banyak honorer di luar sana yang belum mendapatkan kesempatan serupa.

“Di NTB, lebih dari 10 ribu orang belum bisa menikmati pelantikan seperti hari ini. Secara nasional, lebih dari satu juta orang belum sampai di titik ini. Maka mari kita syukuri bersama bahwa 9.411 orang hari ini bisa sampai di sini,” tegasnya.

Gubernur menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu memiliki peran strategis sebagai tulang punggung pelayanan publik. Dari lebih 28 ribu ASN di lingkungan Pemprov NTB, sebagian besar kini berstatus PPPK.

Baca Juga :  DPRD NTB Soroti BTT Rp500 Miliar: Transparansi Dipertaruhkan, Potensi Mal Administrasi Mengintai Pemerintah

Kisah Munahir, Pengabdian Tanpa Pamrih

Munahir telah mengabdi di SMKN 1 Dompu sejak 1991. Awalnya ia bekerja sebagai petugas kebersihan, lalu dipercaya menjadi penjaga sekolah hingga hari ini.

“Hingga kini saya sebagai penjaga sekolah di SMKN 1 Dompu. Sampai sekarang,” kata Munahir.

Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur NTB.
“Saya sangat bersyukur, Gubernur saat ini mengubah nasib saya. Paling tidak menjawab kegelisahan saya selama ini, sampai mengantarkan saya umroh” ujarnya.

Saat awal bekerja, Munahir hanya menerima upah Rp15 ribu. Demi mencukupi kebutuhan keluarga, ia bekerja sampingan sebagai buruh bangunan dan tukang batu. Dari penghasilan yang jauh dari kata layak itu, ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana. Kini, buah dari perjuangannya, anak-anaknya telah bekerja sebagai guru dan karyawan swasta.

Keriput di wajah Munahir menjadi saksi kerasnya perjalanan hidup dan pengabdian panjangnya. Di sisa akhir masa tugasnya, ia tak hanya menerima SK PPPK Paruh Waktu, tetapi juga hadiah umrah.

Berita Terkait

Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan
DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak
DPRD NTB PDIP Tantang Demokrat, Audit Dana BTT Rp484 Miliar Tak Perlu Ditolak Jika Tak Ada Masalah
Empat Rapergub NTB Dibedah Kementerian Hukum, Apa Saja? Ini Daftarnya
KSB Siapkan Pilkades Digital, Bupati Amar Uji E-Voting BRIN
NTB Selangkah Lagi Tinggalkan Sistem Lama, Karier ASN Berbasis Talenta
Badko HMI Bali Nusra Desak Kejati NTB Tak Lempar Kasus Amahami, Minta Segera Tetapkan Tersangka
Usai Divonis Bebas, Anggota DPRD NTB Hamdan Kasim Sebut Semua Sesuai Fakta Persidangan, Acip: Kasus Tak Jelas
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:12 WIB

DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:19 WIB

DPRD NTB PDIP Tantang Demokrat, Audit Dana BTT Rp484 Miliar Tak Perlu Ditolak Jika Tak Ada Masalah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Empat Rapergub NTB Dibedah Kementerian Hukum, Apa Saja? Ini Daftarnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:01 WIB

KSB Siapkan Pilkades Digital, Bupati Amar Uji E-Voting BRIN

Berita Terbaru