SUMBAWAPOST.com|Mataram- Sepuluh bulan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri menjadi fase penting transisi pemerintahan yang ditandai stabilitas, inovasi, dan capaian pembangunan nyata di seluruh 10 kabupaten/kota. Refleksi akhir tahun 2025 menunjukkan akselerasi program NTB Makmur Mendunia mulai dirasakan langsung oleh masyarakat lintas sektor.
1. Ekonomi Menguat, Kemiskinan Terus Ditekan
Di sektor ekonomi dan pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB fokus memperkuat ekonomi dari unit terkecil melalui kemandirian desa dan perlindungan daya beli masyarakat.
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan makro NTB berhasil ditekan hingga 11,784 persen per September/Oktober 2025.
NTB juga meraih TPAKD Award 2025 sebagai Provinsi Terbaik Nasional dalam perluasan akses keuangan UMKM melalui program kredit murah tanpa agunan. Di sisi lain, pengendalian inflasi tetap terjaga dengan NTB konsisten masuk 10 besar provinsi terbaik nasional dengan inflasi di bawah 2,5 persen year-on-year. Kinerja ekspor non-tambang turut mencatat lonjakan signifikan, dengan kenaikan volume ekspor produk olahan pertanian dan kerajinan sebesar 124 persen dibanding tahun sebelumnya.
Program Desa Berdaya menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem.
2. Pertanian dan Ketahanan Pangan Kian Kokoh
Pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, Pemprov NTB memperkuat posisi daerah sebagai penyangga pangan nasional melalui modernisasi dari hulu hingga hilir. Produksi padi NTB mencatat rekor 2,1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), didukung program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan pompanisasi di lahan kering. Nilai Tukar Petani (NTP) berada di angka 128, termasuk salah satu yang tertinggi secara nasional, mencerminkan daya beli petani yang sehat. Upaya industrialisasi diwujudkan melalui peresmian pusat pengolahan pakan ternak mandiri di Sumbawa untuk menekan biaya produksi peternak lokal. Selama 10 bulan masa jabatan, Pemprov NTB juga menyalurkan lebih dari 650 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.
3. Transformasi Layanan Kesehatan Tanpa Sekat
Di sektor kesehatan, Pemprov NTB mendorong transformasi layanan medis untuk menghilangkan kesenjangan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. RSUD Manambai Abdulkadir Sumbawa resmi naik kelas menjadi RS Tipe B dengan layanan cuci darah dan kateterisasi jantung.
Capaian Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,1 persen, memastikan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
NTB juga meraih IGA Award 2025 untuk inovasi layanan kesehatan digital melalui integrasi sistem rujukan cepat. Prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 13,5 persen melalui gerakan Aksi Gizi Desa.
4. Pariwisata Berkualitas Berbasis Budaya
Sektor pariwisata NTB diarahkan tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan, tetapi fokus pada high value tourism dan pelestarian budaya lokal. Hingga Desember 2025, kunjungan wisatawan mencapai 2,5 juta orang, melampaui target pasca-pandemi.
NTB mempertahankan posisi Top 3 Nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Efek Mandalika semakin terasa dengan suksesnya gelaran MotoGP 2025 yang menyerap 95 persen tenaga kerja lokal di sektor hospitality. Selain itu, lima desa wisata NTB masuk dalam 50 besar ADWI 2025.
5. Infrastruktur dan Konektivitas Terus Dipercepat
Di bidang infrastruktur, Pemprov NTB mempercepat konektivitas antarwilayah guna membuka peluang ekonomi global.
Sebanyak 92 kilometer jalan provinsi yang sebelumnya rusak berat di Lombok Utara, Lombok Timur, dan daratan Sumbawa berhasil direhabilitasi total.
Konektivitas udara diperkuat dengan komitmen pembukaan rute internasional Lombok-Perth dan Lombok-Bangkok yang direncanakan aktif awal 2026.
Di sektor laut, jalur kapal cepat Sanur-Mandalika diaktifkan untuk memudahkan akses wisatawan Bali ke Lombok.
Program NTB Terang merealisasikan pemasangan 1.500 unit PJU di titik rawan kecelakaan.
6. Tata Kelola Pemerintahan dan Inovasi
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemprov NTB menegakkan budaya meritokrasi dengan penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan prestasi.
Hasilnya, NTB meraih kategori Sangat Baik dari KASN 2025, sekaligus menghapus praktik titip jabatan.
Komitmen penuntasan pengangkatan ribuan tenaga honorer menjadi PPPK 2025 terus berjalan untuk menjamin kepastian status dan kesejahteraan pegawai.
NTB juga meraih predikat Provinsi Sangat Inovatif (IGA 2025) dari Kemendagri berkat digitalisasi layanan publik. Selain itu, 1.504 aset strategis daerah berhasil ditata dan disertifikasi guna mengamankan kekayaan daerah dan meningkatkan PAD.
7. Pendidikan dan SDM Unggul
Pada sektor pendidikan dan pengembangan SDM, Pemprov NTB melanjutkan program Beasiswa NTB bagi 500 mahasiswa dalam dan luar negeri di bidang strategis seperti teknologi, energi, dan pariwisata.
Revitalisasi SMK menjadi Pusat Keunggulan dengan link and match industri meningkatkan keterserapan lulusan hingga 15 ribu tenaga kerja. Pemerataan akses pendidikan juga diperkuat melalui pembangunan dan renovasi ruang kelas baru di wilayah pelosok.
Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Si menegaskan komitmen kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
“Kami hadir untuk melayani, bukan dilayani. Setiap inci pembangunan harus dirasakan manfaatnya hingga ke dapur rakyat,” tegasnya. Kamis (1/1/2026).
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP menekankan pentingnya keberanian berbenah sebagai fondasi perubahan.
“Perubahan besar dimulai dari keberanian untuk berbenah. Kami bekerja memastikan birokrasi yang bersih dan ekonomi yang kuat menjadi warisan membanggakan bagi generasi masa depan NTB,” ujarnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










