SUMBAWAPost, Mataram – Banyak pakar ekonomi di dunia yang memprediksi Indonesia akan menduduki peringkat ke 5 negara dengan perekonomian terbesar di Dunia. Hal tersebut diukur dari adanya peluang Bonus Demografi yang akan didapat Indonesia. Dimana, pada kondisi tersebut, 70% penduduk Indonesia berada pada usia produktif, yakni pada rentang usia 15-45 tahun.
Peluang tersebut bisa sangat terjadi karena Indonesia memiliki tiga keunggulan yang tidak dimiliki negara lain.
Didukung oleh tiga faktor yang tidak dimiliki ketiganya oleh negara lain. Sumber daya manusia, kekayaan alam dan letak geografis yang strategis. Menghadapi kesempatan emas tersebut, pemerintah melakukan banyak persiapan dan upaya, salah satunya adalah memperluas lapangan pekerjaan, juga mempersiapkan kualitas SDM yang baik, dalam hal ini generasi mudanya.
Namun potensi tersebut bisa gagal atau tidak tergantung bagaimana generasi mudanya saat ini.
Penjabat (Pj) Gubernur NTB Dr. Hassanudin, S.IP., MM., menyampaikan ada berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda masa depan tanah air diantaranya masalah narkoba dan yang terbaru judi online yang kian marak menjerat kaum muda.
“Tantangan kita khususnya kaum muda begitu kompleks, ada narkoba, hingga judi online. Jangan pernah didekati apalagi dicoba!” tegasnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Mewujudkan Indonesia Emas 2045, bertempat di Auditorium Raudhah Kantor Pusat Bank NTB Syariah, kemarin, Sabtu 12 Juli 2024. Kegiatan seminar kebangsaan yang diselenggarakan Bank NTB Syariah menggandeng ESQ Corp. Diikuti jajaran Forkopimda NTB, para bupati/walikota se-NTB, Kepala Perwakilan lembaga/instansi pusat dan daerah, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga media dan pers.
Untuk itu, dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045 Pj. Gubernur Hassanudin mengajak generasi muda Indonesia khususnya di NTB, agar senantiasa menjaga diri dari hal negatif yang dapat merugikan diri dan menghancurkan masa depan.
“Mari majukan bangsa dan negara dengan prestasi dan inovasi. Tingkatkan kekompakan dalam hal positif, karena hal tersebut menguatkan kecintaan terhadap bangsa,” urainya.










