Wagub NTB Umi Dinda: Idul Adha Bukan Cuma Potong Sapi, Tapi Juga Potong Ego, Malas, dan Drama Pribadi

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M. IP., atau yang akrab disapa Umi Dinda, membagikan pesan yang bukan hanya menyentuh hati, tapi juga menggugah jiwa.

Lewat unggahan reflektif penuh makna, Umi Dinda menyapa masyarakat NTB, khususnya mereka yang tengah menunaikan ibadah puasa Arafah. Dengan nada lembut namun penuh kekuatan spiritual, ia menulis:

“Bismillahirrahmanirrahim. Kepada sahabat dan saudaraku yang sedang menjalankan puasa Arafah, Insya Allah ini menjadi bekal kesabaran, doa, dan harapan. Semoga Allah limpahkan kebaikan dan rezeki yang penuh berkah untuk kita semua,” tulisnya, Rabu (5/6).

Baca Juga :  Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Jalan, Gubernur NTB Siapkan 10 Dapur Umum

Namun, Umi Dinda juga menyampaikan pesannya, ia menyoroti makna terdalam dari Idul Adha bahwa kurban sejati bukan semata tentang sapi atau kambing, melainkan tentang menyembelih ego, rasa malas, dan keraguan yang sering kali menghambat langkah kita.

“Semoga Idul Adha tahun ini mengajarkan bahwa cinta sejati adalah ketika kita mampu memberi, bahkan dari yang paling kita sayangi. Termasuk berkurban atas rasa malas, ego, dan ketakutan dalam diri sendiri,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.

Pesannya Wagub NTB Umi Dinda tersebut sebuah ajakan untuk menyucikan niat dan memperbaiki arah perjuangan hidup, baik secara individu maupun sebagai bagian dari umat yang lebih besar.

Baca Juga :  Tiga Cabor NTB Siap Berlaga di Kluster Aceh PON XXI Aceh-Sumut 2024

Umi Dinda menutup dengan doa dan harapan. “Selamat menyambut Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1446 H / 06 Juni 2025. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang lapang hati, ringan memberi, dan kuat mengabdi,”ungkapnya.

Peringatan Idul Adha kali ini bukan hanya tentang ritual, tapi momentum untuk kembali ke akar nilai akan cinta, pengorbanan, dan ketulusan. Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh ambisi dan kepentingan, suara lembut Umi Dinda menjadi pengingat bahwa pengabdian tak selalu harus lantang asal datang dari hati yang bersih.

 

Berita Terkait

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Selasa, 21 April 2026 - 13:05 WIB

Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB

Selasa, 21 April 2026 - 12:10 WIB

Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Berita Terbaru