Anggota DPRD NTB Minta Distribusi Elpiji Subsidi Dievaluasi, Pengawasan Agen dan Pangkalan Jadi Sorotan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTB Abdul Ra'uf meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi mulai dari agen hingga pangkalan guna mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga di Bima.

Anggota DPRD NTB Abdul Ra'uf meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi mulai dari agen hingga pangkalan guna mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga di Bima.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kota Bima dan Kabupaten Bima terus menjadi perhatian publik. Setelah menerima banyak keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh gas subsidi dan tingginya harga jual di lapangan, DPRD Provinsi NTB kini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi elpiji subsidi.

Anggota DPRD NTB, Abdul Ra’uf, menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak semata-mata berkaitan dengan kuota. Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dengan Pertamina dan Patra Niaga, kuota elpiji subsidi untuk NTB disebut tidak mengalami pengurangan.

Karena itu, perhatian kini diarahkan pada mekanisme distribusi di tingkat agen, pangkalan hingga pengecer yang dinilai perlu mendapat pengawasan lebih ketat.

Menurut Abdul Ra’uf, masyarakat berhak mendapatkan gas subsidi sesuai peruntukannya dan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Namun di lapangan, masih ditemukan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :  BNN Bidik Tiga Gili: Lombok Utara Jadi Jalur Panas Peredaran Narkoba

“Masyarakat mengeluhkan ketersediaan gas yang sering langka di tingkat pengecer, bahkan harga jualnya kerap melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Harga jual antar 30 – 50 ribu rupiah,” bebernya. Rabu (10/6/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.

DPRD NTB menilai pemerintah kabupaten dan kota perlu mengambil langkah aktif untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Pengawasan tidak hanya dilakukan saat terjadi kelangkaan, tetapi harus berlangsung secara berkala agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk melakukan pendataan ulang terhadap kelompok masyarakat yang berhak menerima elpiji subsidi agar distribusinya benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga :  Skandal Kredit Macet Ratusan Miliar di Bank NTB Syariah: Ada ‘Dalang’ di Balik Layar? DPRD NTB Desak KPK Bongkar Tuntas

Abdul Ra’uf mengingatkan bahwa gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan rendah. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan solusi agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat distribusi yang tidak tertib,” pungkasnya.

Ia berharap seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah Daerah, Pertamina, Patra Niaga, agen hingga pangkalan, dapat memperkuat koordinasi sehingga pasokan elpiji subsidi tetap tersedia dan mudah diakses masyarakat.

Dengan adanya evaluasi distribusi dan pengawasan yang lebih optimal, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang selama ini dikeluhkan warga diharapkan dapat segera teratasi dan tidak kembali berulang pada masa mendatang.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB