SUMBAWAPOST.com | Mataram-Universitas Mataram (Unram) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Yayasan Rumah Energi resmi meluncurkan Biodigester Portable, sebuah inovasi teknologi yang mampu mengolah sampah organik menjadi energi hijau.
Teknologi hasil riset tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan pemanfaatan energi ramah lingkungan di NTB.
Peluncuran Biodigester Portable menjadi langkah awal implementasi hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan untuk mengurangi timbulan sampah organik, khususnya di lingkungan kampus. Melalui teknologi ini, limbah organik dapat diolah menjadi biogas dan berbagai produk turunan yang bernilai guna sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain memberikan manfaat lingkungan, teknologi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan.
Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, mengatakan bahwa Biodigester Portable merupakan bagian dari komitmen Unram dalam mewujudkan kampus yang berorientasi pada energi hijau atau green energy.
Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penelitian dan pembelajaran bagi civitas akademika, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus.
“Dalam beberapa bulan ke depan, Universitas Mataram akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Biodigester Portable untuk memastikan teknologi ini dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima media ini, Rabu (10/6/2026).
Prof. Sukardi menambahkan, apabila hasil implementasi menunjukkan kinerja yang baik, Universitas Mataram akan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas penerapan teknologi tersebut sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi Biodigester Portable memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih luas setelah melalui tahapan implementasi dan pengujian operasional.
“Teknologi ini telah menunjukkan hasil yang baik. Produksi gas dapat dipantau secara digital sehingga proses operasional menjadi lebih terukur, aman, dan efisien,” ujarnya.
Aryadi menjelaskan, BRIDA NTB akan terus memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Selain itu, pemanfaatan teknologi ini juga akan didorong pada sektor pangan dan agroindustri agar hasil penelitian tidak berhenti pada ranah akademik semata.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, peluncuran Biodigester Portable diharapkan menjadi model pengelolaan sampah organik berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang lebih inovatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan energi hijau dan teknologi ramah lingkungan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










