Sampah Organik Disulap Jadi Biogas, Unram dan BRIDA NTB Luncurkan Biodigester Portable

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi bersama Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi saat peluncuran Biodigester Portable, inovasi teknologi pengolah sampah organik menjadi energi hijau di Mataram, Rabu (10/6/2026).

Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi bersama Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi saat peluncuran Biodigester Portable, inovasi teknologi pengolah sampah organik menjadi energi hijau di Mataram, Rabu (10/6/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram-Universitas Mataram (Unram) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Yayasan Rumah Energi resmi meluncurkan Biodigester Portable, sebuah inovasi teknologi yang mampu mengolah sampah organik menjadi energi hijau.

Teknologi hasil riset tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan pemanfaatan energi ramah lingkungan di NTB.

Peluncuran Biodigester Portable menjadi langkah awal implementasi hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan untuk mengurangi timbulan sampah organik, khususnya di lingkungan kampus. Melalui teknologi ini, limbah organik dapat diolah menjadi biogas dan berbagai produk turunan yang bernilai guna sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain memberikan manfaat lingkungan, teknologi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, mengatakan bahwa Biodigester Portable merupakan bagian dari komitmen Unram dalam mewujudkan kampus yang berorientasi pada energi hijau atau green energy.

Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penelitian dan pembelajaran bagi civitas akademika, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus.

Baca Juga :  637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

“Dalam beberapa bulan ke depan, Universitas Mataram akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Biodigester Portable untuk memastikan teknologi ini dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima media ini, Rabu (10/6/2026).

Prof. Sukardi menambahkan, apabila hasil implementasi menunjukkan kinerja yang baik, Universitas Mataram akan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas penerapan teknologi tersebut sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, inovasi Biodigester Portable memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih luas setelah melalui tahapan implementasi dan pengujian operasional.

Baca Juga :  Resiko Parkir Pinggir Jalan di Kota Bima, Satu Buah Motor Lenyap Dibawa Lari

“Teknologi ini telah menunjukkan hasil yang baik. Produksi gas dapat dipantau secara digital sehingga proses operasional menjadi lebih terukur, aman, dan efisien,” ujarnya.

Aryadi menjelaskan, BRIDA NTB akan terus memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Selain itu, pemanfaatan teknologi ini juga akan didorong pada sektor pangan dan agroindustri agar hasil penelitian tidak berhenti pada ranah akademik semata.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, peluncuran Biodigester Portable diharapkan menjadi model pengelolaan sampah organik berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang lebih inovatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan energi hijau dan teknologi ramah lingkungan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Diisukan Miliki Hubungan Khusus dengan Istri Orang, Anggota DPRD Dompu: Silakan Laporkan Saya
Gubernur NTB Tegaskan Pers Bukan Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
120 Wartawan Ikuti OKK PWI NTB, 54 Peserta Jalani Uji Kompetensi
Gubernur Iqbal Lepas Kafilah NTB ke MTQ Nasional Semarang, Bawa Misi Lebih dari Sekadar Juara
Kejari Bima-Bawaslu Kompak, Demokrasi Dijaga, Aturan Jangan Dilanggar
Serapan Anggaran BMKG Nyaris 100 Persen, Mori Hanafi Usul Bentuk Panja Dalami Proses Pengadaan
Tambang Ilegal Lantung Makan Korban, Bupati dan DPRD Sumbawa Turun Cek Lokasi, Ingatkan Hal Ini
Kabag Kesra Resmi Dilaporkan ke Polda NTB, Bupati Bima Didesak Jatuhkan Sanksi Berat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:01 WIB

Diisukan Miliki Hubungan Khusus dengan Istri Orang, Anggota DPRD Dompu: Silakan Laporkan Saya

Kamis, 10 September 2026 - 14:31 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Pers Bukan Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 13:12 WIB

120 Wartawan Ikuti OKK PWI NTB, 54 Peserta Jalani Uji Kompetensi

Rabu, 9 September 2026 - 17:42 WIB

Gubernur Iqbal Lepas Kafilah NTB ke MTQ Nasional Semarang, Bawa Misi Lebih dari Sekadar Juara

Rabu, 9 September 2026 - 17:23 WIB

Kejari Bima-Bawaslu Kompak, Demokrasi Dijaga, Aturan Jangan Dilanggar

Berita Terbaru

Ketua PWI NTB, Dan Wartawan Dari Berbagai Daerah di NTB Mengikuti Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI NTB di Mataram.

Pendidikan

120 Wartawan Ikuti OKK PWI NTB, 54 Peserta Jalani Uji Kompetensi

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:12 WIB

Kepala Kejaksaan Negeri Bima Andi Rio Rahmat Rahmatu Bersama Ketua dan Jajaran Bawaslu Kabupaten Bima dalam Pertemuan Untuk Memperkuat Sinergi Pengawalan Demokrasi.

Hukum & Kriminal

Kejari Bima-Bawaslu Kompak, Demokrasi Dijaga, Aturan Jangan Dilanggar

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:23 WIB