SUMBAWAPOST.com |™SUMBAWA-Duka Menyelimuti Keluarga Korban Longsor Tambang Rakyat Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Di tengah suasana duka tersebut, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mendatangi Rumah Duka untuk Menyampaikan Belasungkawa sekaligus memastikan Perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap Keluarga yang ditinggalkan.
Kunjungan Wabup H. Ansori dilakukan setelah Longsor Tambang Rakyat terjadi pada Sabtu malam, 5 September 2026. Material Tanah dan Batu dari tebing Pegunungan Tiba-tiba runtuh dan menimbun Para Pekerja yang berada di Kawasan Pertambangan Rakyat.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 9 Orang menjadi Korban, terdiri dari 3 Orang meninggal Dunia dan 6 orang lainnya mengalami Luka-luka.
Tiga korban meninggal Dunia yakni Saifullah (58) dan Imansyah (19), keduanya asal Desa Pelita, Kecamatan Moyo Hilir, serta Syarafuddin (44), yang merupakan Kepala Dusun Leweng, Kecamatan Lopok.
Saat berada di Rumah Duka, Wabup H. Ansori Menyampaikan Belasungkawa kepada Keluarga para Korban. Ia memahami bahwa Aktivitas Penambangan menjadi salah satu upaya Masyarakat dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan Keluarga.
Meski demikian, ia Menegaskan bahwa Keselamatan Kerja tidak boleh diabaikan. Menurutnya, Tragedi tersebut harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Saya memahami betul ini adalah upaya Masyarakat dalam mengais rezeki demi Keluarga. Namun, aspek keselamatan kerja jangan pernah diabaikan. Kita tidak ingin Musibah Tragis seperti ini kembali terjadi,” ujarnya.
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Pemkab Sumbawa juga bergerak memberikan perhatian terhadap masa depan keluarga korban.
H. Ansori langsung menginstruksikan Dinas terkait untuk mengupayakan bantuan Beasiswa Pendidikan bagi Anak-anak Korban yang ditinggalkan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Keluarga sekaligus memastikan Anak-anak Korban tetap mendapatkan akses pendidikan setelah kehilangan Orang tua atau Anggota Keluarganya.
Pasca-insiden longsor yang menelan Korban jiwa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mengambil langkah antisipasi. Seluruh aktivitas Pertambangan Rakyat di Kawasan Lantung diminta dihentikan sementara.
Penghentian sementara dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya susulan sekaligus memberikan waktu bagi Pemerintah melakukan Evaluasi terhadap aspek Keselamatan Aktivitas Pertambangan di Kawasan tersebut.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumbawa untuk mencegah terulangnya Tragedi Longsor yang kembali menimbulkan Korban di Kawasan Pertambangan Rakyat Lantung.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










