Nyaris Masuk Bui, Sepasang Kekasih Asal Bima di Mataram Pilih Berdamai

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepasang kekasih Asal Bima di Mataram Yang Terlibat Persoalan Hukum Akhirnya Memilih Menyelesaikan Masalah Secara Damai.

Sepasang kekasih Asal Bima di Mataram Yang Terlibat Persoalan Hukum Akhirnya Memilih Menyelesaikan Masalah Secara Damai.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Kesalahpahaman yang sempat membuat hubungan Sepasang Kekasih Asal Bima di Mataram memanas hingga memicu dugaan tindak Pidana Penganiayaan, akhirnya berujung Damai.

Alih-alih berlanjut ke Proses Peradilan Pidana, perkara tersebut diselesaikan Polsek Mataram melalui mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice) pada Kamis (3/9/2026).

Perkara tersebut sebelumnya terjadi pada Selasa (1/9/2026) di Jalan Guru Bangkol, Gang Anyar, Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram. Peristiwa itu melibatkan AH (20) sebagai terduga dan NA (20) sebagai korban sekaligus pelapor.

Keduanya diketahui masih memiliki hubungan asmara. Namun, kesalahpahaman di antara keduanya membuat situasi memanas hingga berujung pada dugaan aksi penganiayaan.

Baca Juga :  Tak Ada Sekat! Kapolda NTB Nobar Piala Dunia Bareng Ojol, PKL, UMKM hingga Wartawan

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan penyelesaian perkara tersebut melalui pendekatan Restorative Justice. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah kedua belah pihak dipertemukan dan menjalani proses mediasi secara langsung di hadapan petugas.

“Kami mengedepankan keadilan restoratif karena kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor, menyadari bahwa peristiwa ini murni dipicu oleh kesalahpahaman. Keduanya juga masih berstatus sepasang kekasih dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ujar Kapolsek, sabtu (5/9/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.

Dalam proses mediasi, AH mengakui kekhilafannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada NA. Ia juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu membiayai pengobatan korban.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kasus Jambret di Depan Epicentrum Mall, Pelaku dan Dua Penadah Diringkus

Permintaan maaf tersebut diterima oleh NA. Kedua belah pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak melanjutkan perkara ke proses Peradilan Pidana.

Kesepakatan damai tersebut selanjutnya dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bentuk kesungguhan untuk mengakhiri persoalan tersebut.
Polsek Mataram Kedepankan Penegakan Hukum Humanis

AKP Amrozi Hamidi menjelaskan, penerapan restorative justice merupakan bagian dari upaya kepolisian mengedepankan penegakan Hukum yang Humanis sekaligus berorientasi pada Pemulihan.

“Penegakan Hukum tidak selalu harus berujung pada hukuman kurungan. Untuk perkara tertentu yang memenuhi persyaratan dan masih dapat diselesaikan secara damai, pendekatan Keadilan Restoratif dapat menjadi solusi,”pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya
Longsor Tambang Rakyat Lawang Tua Lantung Sumbawa, Tiga Pekerja Tewas Tertimbun
Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Minta Maaf kepada Warga dan Wisatawan
Krisis Air Gili Trawangan, Ratusan Tamu Hotel Disebut Check Out Lebih Awal
Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Kejar Diskresi Agar Air Kembali Mengalir
Gubernur Iqbal Ungkap Kondisi BUMD NTB: Tidak Sehat dan Sangat Tidak Sehat
APBD NTB Disorot, Belanja Operasional Tembus 77,81 Persen, Pegawai di Atas 31 Persen
Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

Longsor Tambang Rakyat Lawang Tua Lantung Sumbawa, Tiga Pekerja Tewas Tertimbun

Minggu, 6 September 2026 - 16:24 WIB

Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Minta Maaf kepada Warga dan Wisatawan

Minggu, 6 September 2026 - 15:13 WIB

Krisis Air Gili Trawangan, Ratusan Tamu Hotel Disebut Check Out Lebih Awal

Minggu, 6 September 2026 - 14:37 WIB

Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Kejar Diskresi Agar Air Kembali Mengalir

Berita Terbaru