Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Penanganan Pascalongsor di Kawasan Tambang Rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Proses Penanganan Pascalongsor di Kawasan Tambang Rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com|™ Sumbawa-Musibah Longsor terjadi di Kawasan Tambang Rakyat Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Sabtu malam (5/9/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat aktivitas Penambangan berlangsung, Material Tanah dan Batu dari bagian atas Gunung runtuh dan menimpa sejumlah Penambang yang berada di bawah.

Akibat Longsor tersebut, Sembilan Penambang menjadi Korban. Tiga orang meninggal Dunia dan Enam lainnya mengalami Luka-luka. Data nama korban disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin.

Tiga korban yang meninggal Dunia yakni Saifullah (58), Imansyah (19), dan Syarafuddin (44).

Sementara Enam Penambang yang mengalami Luka-luka Masing-masing Suryana (43), Novan Widianto (25), Muslimin (47), Samsul (45), Jihan Ramdani (25), dan Farel (17).

Dari Enam korban luka tersebut, Suryana, Novan Widianto, dan Muslimin mengalami Kondisi lebih serius dan telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara Tiga korban lainnya mengalami luka ringan hingga luka-luka.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menjelaskan longsor terjadi ketika aktivitas penambangan berlangsung.

“Tanah longsor terjadi pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 22.00 WITA di Kawasan Tambang Rakyat, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa,” ujar Sadimin.

Menurut Sadimin, Material Tanah dan batu dari bagian atas Gunung Runtuh dan menimpa Sejumlah Penambang yang berada di bawah. Kondisi tanah yang labil serta tebing yang curam turut meningkatkan Risiko Longsor.

“Longsor terjadi saat Aktivitas Penambangan berlangsung, ketika Material Tanah dan Batu dari bagian atas Gunung Runtuh dan menimpa sejumlah Penambang yang berada di bawah. Kondisi tanah yang labil serta tebing yang curam turut meningkatkan risiko terjadinya Longsor di Kawasan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  BEM NTB: Langkah Polda Bantu Warga Harus Jadi Contoh Nasional

Sadimin kemudian menyampaikan data korban dalam peristiwa tersebut.

“Akibat kejadian tersebut, 3 orang meninggal dunia, yakni Saifullah (58), Imansyah (19), dan Syarafuddin (44). Sementara 6 orang lainnya mengalami luka-luka, yaitu Suryana (43), Novan Widianto (25), Muslimin (47), Samsul (45), Jihan Ramdani (25), dan Farel (17),” kata Sadimin.

“Tiga korban yang mengalami kondisi lebih serius, yakni Suryana, Novan Widianto, dan Muslimin, telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan korban lainnya mengalami luka ringan hingga luka-luka,” lanjutnya.

Pasca-longsor, BPBD Kabupaten Sumbawa bersama TNI/Polri, Pemerintah kecamatannya dan Desa, Relawan, serta Masyarakat setempat melakukan Koordinasi dan penanganan di Lokasi.

Personel TRC BPBD Kabupaten Sumbawa juga dikerahkan untuk melakukan Penanganan, Pemantauan, Pelaporan, serta diseminasi Informasi terkait Perkembangan kejadian.

Aktivitas Tambang Rakyat di Lokasi kejadian kemudian dihentikan.

“Saat ini, aktivitas Tambang Rakyat di Lokasi telah dihentikan dan kebutuhan mendesak dilaporkan nihil,” jelas Sadimin.

Musibah yang menewaskan Tiga Penambang tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, melakukan koordinasi dengan sejumlah Perangkat Daerah serta mengunjungi dan mendampingi keluarga korban pada Minggu (6/9/2026).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam kepada Keluarga Korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi Musibah ini,” ujar Wabup.

Baca Juga :  Dana Desa Kian Terbatas, Komisi II DPR RI Buka Fakta Tekanan Fiskal Nasional

Menurut beliau, kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya terkait aspek keselamatan dalam Aktivitas Pertambangan Rakyat.

Pemkab Sumbawa akan melakukan evaluasi bersama Pihak-pihak terkait terhadap Kondisi dan Aktivitas Pertambangan Rakyat di Kawasan Lawang Tua. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Pemerintah Daerah akan melakukan evaluasi dan Langkah-langkah pencegahan agar Peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Keselamatan Masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Pemerintah Daerah bersama unsur terkait terus melakukan Koordinasi dalam penanganan pascakejadian, termasuk memastikan korban luka mendapatkan Pelayanan Medis serta memberikan dukungan kepada Keluarga Korban meninggal Dunia.

Sementara itu, kondisi Lokasi Tambang akan diidentifikasi bersama Instansi terkait untuk menentukan langkah yang diperlukan dalam meningkatkan aspek Keselamatan di Kawasan Pertambangan Rakyat.

Pihak Kepolisian juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor, termasuk melihat Kondisi Lokasi dan Faktor-faktor yang kemungkinan berpengaruh terhadap kejadian tersebut.

Wabup berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari musibah tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan dalam setiap Aktivitas Pertambangan. “Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Selain itu, Masyarakat diimbau meningkatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Bencana selama musim kemarau, menggunakan Air secara bijak untuk mengantisipasi krisis Air bersih, serta mewaspadai Potensi kebakaran Hutan, Lahan, dan Permukiman dengan tidak melakukan Pembakaran sampah sembarangan maupun meninggalkan Sumber Api tanpa Pengawasan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dari Gedung Pinjaman hingga Kampus 3 Hektare, Begini Perjalanan YAPIS Dompu Membangun Pendidikan
Anggota DPRD NTB Nadirah Al Habsyi Titip Pesan kepada Wisudawan STKIP YAPIS Dompu: Jangan Berhenti Belajar
STKIP YAPIS Dompu Raih Akreditasi Baik Sekali di Semua Prodi, Catat Prestasi Nasional dan Bidik Universitas
Pokir DPRD NTB Rp120 Miliar Dihapus, Hamdan, Pelita dan Syamsul Fikri Desak Anomali OPD Dibuka ke Publik
Konflik Agraria Puluhan Tahun di Lombok Tengah, Gubernur NTB Targetkan Tuntas pada 2026
Ketua Komisi II Desak Inspektorat Buka Alasan Pokir DPRD NTB Rp120 Miliar Dihapus: Anomalinya di Mana?
Pokir DPRD NTB Rp120 Miliar Dihapus, Syamsul Fikri: Kalau Kami Anomali, Berarti OPD Juga Anomali
Ananda Devira Terpilih Wakili NTB di Wirasena Youth Camp Tingkat Nasional
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Dari Gedung Pinjaman hingga Kampus 3 Hektare, Begini Perjalanan YAPIS Dompu Membangun Pendidikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Anggota DPRD NTB Nadirah Al Habsyi Titip Pesan kepada Wisudawan STKIP YAPIS Dompu: Jangan Berhenti Belajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

STKIP YAPIS Dompu Raih Akreditasi Baik Sekali di Semua Prodi, Catat Prestasi Nasional dan Bidik Universitas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Pokir DPRD NTB Rp120 Miliar Dihapus, Hamdan, Pelita dan Syamsul Fikri Desak Anomali OPD Dibuka ke Publik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Konflik Agraria Puluhan Tahun di Lombok Tengah, Gubernur NTB Targetkan Tuntas pada 2026

Berita Terbaru