Video Viral Oknum Polisi Jerowaru Mabuk dan Hina Suku Sumbawa, Kapolda NTB: Sudah Dicopot, Diproses Propam

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan angkat bicara terkait ulah oknum anggotanya yang bikin gaduh publik. Ia menegaskan, oknum polisi berinisial AS, yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Jerowaru, sudah dicopot dari jabatannya dan kini tengah diperiksa Propam.

Kisruh ini bermula pada Senin dini hari (11/8/2025) sekitar pukul 02.30 WITA. (AS) diketahui tengah berada di sebuah villa di Lombok Timur bersama rekannya yang diduga seorang kepala dusun. Setelah menenggak minuman beralkohol dan ditemani sejumlah LC, keributan pecah saat tagihan minuman disodorkan oleh pekerja villa.

Awalnya, (AS) mengaku kehilangan uang Rp5 juta, lalu Rp10 juta, hingga akhirnya Rp17 juta. Dengan nada tinggi, ia membentak karyawan dan menolak membayar. Situasi makin panas ketika (AS) menyeret seluruh karyawan villa ke Polsek Jerowaru.

Baca Juga :  Sabu di Toilet, Pembalut Jadi Brankas: Dua Pria di Dompu Keok Digerebek Polisi

Dalam rekaman video yang beredar luas, (AS) bahkan melontarkan kata-kata kasar yang menghina adat dan martabat suku Sumbawa. Ucapan itu menyulut emosi warga Sumbawa. “Kalian orang Sumbawa anjing, padi pun tidak mau tumbuh di Sumbawa. Makanya kalian cari makan di Lombok,” kutipan pernyataan (AS) dalam video yang viral.

Pernyataan tersebut sontak memicu kemarahan masyarakat Sumbawa, baik di tanah kelahiran maupun perantauan. Banyak pihak mendesak agar oknum tersebut diberi sanksi berat hingga PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) karena dianggap sebagai provokator yang berpotensi merusak keharmonisan antar-suku di NTB.

Baca Juga :  Pemprov NTB Siapkan 5000 Hektare Lahan Untuk Digarap Polda

Kapolda NTB menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir perilaku anggotanya yang mencoreng nama institusi. Polri tidak akan melindungi anggota yang bertindak arogan, apalagi sampai menghina suku atau kelompok masyarakat.

“Sudah di copot dari jabatannya dan diperiksa propam,”kata Kapolda NTB melalui Group WhatsApp ‘Suara Rakyat NTB’. Sabtu 16 Agustus 2025.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran penting agar aparat penegak hukum justru menjadi pengayom, bukan sumber kegaduhan

Berita Terkait

Ketika Tuntutan Dan Putusan Berbeda: Pelajaran Dari Kasus Radiet/Vira
Terungkap! Ini Lokasi Tiga Koperasi Tambang di NTB yang Resmi Kantongi IPR
Temuan Mengejutkan DPRemaja 4.0: Ribuan Siswa di Lombok, Semarang dan Jakarta Terpapar Iklan Rokok Dekat Sekolah
500 Anak Muda Padati TIM, The Unpopular Fest 2026 Desak Negara Lindungi Generasi dari Ancaman Rokok
Beef NTB Siapkan Roadshow Hingga Desa, Bantu Peternak Buka Pasar Lebih Luas dan Tingkatkan Harga Jual
Peternak NTB Bersatu! Beef NTB Resmi Diluncurkan, Siap Buka Pasar Luas dan Wujudkan Lumbung Ternak Nasional
Etika Penyelenggara Pemilu Dan Masa Depan Demokrasi: Pelajaran Dari Pusat Hingga Lombok Timur
Seniman Hukum Law Firm dan Kiprah Bung Heru, Advokat Muda dengan Seribu Solusi bagi Klien
Berita ini 2,693 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:52 WIB

Ketika Tuntutan Dan Putusan Berbeda: Pelajaran Dari Kasus Radiet/Vira

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:59 WIB

Terungkap! Ini Lokasi Tiga Koperasi Tambang di NTB yang Resmi Kantongi IPR

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:46 WIB

Temuan Mengejutkan DPRemaja 4.0: Ribuan Siswa di Lombok, Semarang dan Jakarta Terpapar Iklan Rokok Dekat Sekolah

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:12 WIB

500 Anak Muda Padati TIM, The Unpopular Fest 2026 Desak Negara Lindungi Generasi dari Ancaman Rokok

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:59 WIB

Beef NTB Siapkan Roadshow Hingga Desa, Bantu Peternak Buka Pasar Lebih Luas dan Tingkatkan Harga Jual

Berita Terbaru