Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi budaya Pujawali dan Perang Topat Lingsar resmi terpilih dan masuk dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Tradisi budaya Pujawali dan Perang Topat Lingsar resmi terpilih dan masuk dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

SUMBAWAPOST.com| Lombok Barat-Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Tradisi budaya Pujawali dan Perang Topat Lingsar resmi terpilih dan masuk dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Piagam penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan diserahkan oleh Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Dr. Ali Muhtasom, pada gelaran prosesi Budaya Pujawali dan Perang Topat di Pura Taman Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (04/12/2025).

Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati LAZ menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi Pujawali dan Perang Topat sebagai warisan luhur para leluhur.

Baca Juga :  Polisi Sapu Bersih Warung dan Cafe Remang-remang Penjual Minuman di 14 Titik di Suranadi

“Pujawali dan Perang Topat ini sebagai tradisi yang harus kita jaga dan pelihara sebagai generasi penerus, ini warisan leluhur kita. Hal ini mencerminkan bentuk toleransi yang sangat tinggi, ini ada umat hindu dan umat muslim bersatu,” terang Bupati Lobar H. Ahmad Zaini.

Menurutnya, meski bernama ‘Perang Topat’, tradisi ini sejatinya bukan konflik, melainkan simbol kuat persaudaraan dan persatuan.

“Yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) itu kategorinya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia dan kita hanya mengusulkan. Dan Perang Topat ini masuk di KEN sehingga diakui secara nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati LAZ berharap setiap event budaya yang digelar di Lombok Barat tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Surga di Ujung Lidah, Neraka di Balik Jubah: Kiai di Lombok Barat Diduga Cabuli Puluhan Santri 

“Pujawali dan Perang Topat kedepannya kita angkat lebih tinggi lagi. Kita akan kemas dari awal dan bila perlu kita hadirkan Kementerian Agama, MUI dan pengurus-pengurus agama pada level pusat, supaya ini bentuk toleransi yang harus kita pelihara,” tutupnya.

Masuknya Pujawali dan Perang Topat dalam daftar KEN 2025 menjadi pengakuan nasional atas kekuatan budaya Lombok Barat sebagai simbol toleransi, persatuan, sekaligus potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Jalan Langgudu Selatan Dikebut Masuk IJD 2026, Pemda Bima Diberi Deadline 2 Bulan Lengkapi 5 Ruas
Tak Mau Tertinggal, Pemprov NTB Gandeng DPD RI Dorong Jalan Waduruka-Sarae Ruma Bima Masuk IJD
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB