Teror Mengerikan, Kepala Babi dan Bangkai Tikus Dikirim ke Tempo, Direktur LAPMI HMI Mataram: Demokrasi Di Ujung Tanduk

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 23 Maret 2025 - 12:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Jakarta kembali diguncang aksi teror mengerikan yang mengarah pada kebebasan pers. Kantor redaksi Tempo.co menjadi sasaran intimidasi brutal dengan dikirimkannya paket berisi kepala babi tanpa telinga pada Rabu, 19 Maret 2025. Tidak berhenti di situ, pada Jumat, 22 Maret 2025, enam bangkai tikus dengan kepala terpenggal ditemukan dalam paket yang dikirim ke kantor tersebut.

Aksi ini tidak hanya menimbulkan kegaduhan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi stabilitas demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.

Kecaman dan Desakan Pengusutan

Menanggapi insiden ini, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI MPO Cabang Mataram mengecam keras tindakan teror tersebut dan menyebutnya sebagai upaya pembungkaman terhadap media yang kritis.

“Kami mengutuk keras aksi ini sebagai simbol kemunduran demokrasi. Kami mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap dalang di balik teror ini,” ujar Direktur LAPMI HMI MPO Cabang Mataram Fhendy. Minggu 23 Maret 2025.

Fendy menegaskan bahwa pers memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi tanpa ancaman dan tekanan.

Teror terhadap Jurnalis: Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Serangan terhadap Tempo.co ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, praktik intimidasi, kekerasan fisik, hingga pembunuhan terhadap jurnalis terus terjadi, mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap kebebasan pers.

“Polisi harus bertindak tegas. Jika tidak, kita semua hanya akan menjadi saksi dari kehancuran demokrasi. Demokrasi lagi di ujung tanduk, Tidak boleh dibiarkan,” tegas seorang aktivis pers.

Baca Juga :  Plt. Kadistanbun Riadi Blusukan di Dompu: OPLAH Non Rawa Siap Dongkrak Swasembada Pangan NTB

Menyelamatkan Demokrasi: Tanggung Jawab Bersama

Kata Fhendy, Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kebebasan pers di Indonesia masih rentan terhadap ancaman. Dibutuhkan komitmen nyata dari semua pihak terutama pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan perlindungan bagi jurnalis yang berperan sebagai pilar utama demokrasi.

“Demokrasi hanya bisa bertahan jika kebebasan pers dijamin dan dilindungi. Pemerintah harus berani mengambil langkah konkret untuk menjamin keamanan jurnalis,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru