SUMBAWAPOST.com | Mataram- Tanaman eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu tantangan lingkungan di kawasan Bendungan Batujai, Lombok Tengah, kini dilirik sebagai sumber ekonomi baru yang berpotensi menembus pasar ekspor.
Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB dengan manajemen PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) bersama ODISI Wilderness North Group Company di Kantor Disperindag NTB, Senin (8/6/2026).
Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, S.IP., MA., didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Hj. Aryanti Dwiyani, S.Pt., M.Pd., serta Analis Perdagangan Ahli Muda, Rachmat Wira Putra, menerima langsung kunjungan tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Disperindag NTB mendorong pengembangan rantai industri berbasis eceng gondok, mulai dari bahan baku kerajinan, furnitur, produk dekorasi, material ramah lingkungan, hingga produk serat alami yang memiliki peluang besar memasuki pasar ekspor.
Tanaman air yang selama ini tumbuh cukup masif di Bendungan Batujai dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
Selain membantu menjaga fungsi dan estetika bendungan, pemanfaatan eceng gondok juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan bendungan.
Kepala Disperindag NTB menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak selalu harus dipandang sebagai hambatan, tetapi dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi. Dengan inovasi dan kolaborasi yang tepat, eceng gondok yang selama ini dianggap hama dapat menjadi bahan baku produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan berorientasi ekspor,” ungkap Kepala Disperindag NTB.
Menurutnya, potensi eceng gondok sangat besar apabila dikelola secara terintegrasi melalui pengembangan industri kreatif dan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.
Pihak PT AMAN dan ODISI Wilderness North Group Company juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui pendekatan yang mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
“Kami berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui pendekatan yang mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar perwakilan PT AMAN dan ODISI Wilderness North Group Company.
Melalui pengembangan industri berbasis eceng gondok, NTB diharapkan mampu menghadirkan model pembangunan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.
Produk-produk berbahan dasar eceng gondok seperti kerajinan tangan, furnitur, dekorasi rumah, material ramah lingkungan, hingga serat alami memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional.
Dengan pengelolaan yang tepat, eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma perairan dapat berubah menjadi komoditas unggulan baru NTB yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di kawasan Bendungan Batujai.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










