Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Meninjau Kawasan Hutan Sesaot, Lombok Barat, dan Mendorong Keterlibatan Masyarakat Dalam Menjaga Zona Merah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Meninjau Kawasan Hutan Sesaot, Lombok Barat, dan Mendorong Keterlibatan Masyarakat Dalam Menjaga Zona Merah.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Warga di sekitar Hutan Sesaot, Lombok Barat, didorong menjadi  Pasukan Infanteri yang bertugas Langsung di Garis depan dalam menjaga Kawasan Hutan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, Masyarakat harus menjadi bagian dari Pertahanan untuk Memastikan Zona Merah Hutan yang tidak boleh disentuh tetap terlindungi.

Pendekatan kolaboratif dan kearifan lokal kini dikedepankan Pemerintah Provinsi NTB dengan melibatkan kelompok masyarakat dan petani di lingkar kawasan hutan sebagai garda terdepan perlindungan Hutan Sesaot.

Kesepakatan tersebut dicapai saat Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau Kawasan Hutan Sesaot, Selasa (1/9/2026).

Dalam peninjauan itu, Gubernur memfasilitasi penyatuan pandangan antara Kelompok Tani Hutan (Gapoktan) dan Petugas Kehutanan Komando Brigade Rimba (Kobra) yang selama ini memiliki pendekatan berbeda.

“Selama ini ada perbedaan pandangan antara Teman-teman Gapoktan dengan Teman-teman Kobra. Yang satu bergerak berdasarkan Undang-undang yang harus ditegakkan, yang lain punya harapan dan memahami realitas di sini. Alhamdulillah sekarang kita sudah ada kesepakatan,” urai Gubernur.

Baca Juga :  Sumbawa Resmi Jadi Pusat Industri Ayam Nasional, Investasi Rp1,3 Triliun Dimulai

Iqbal menjelaskan, Pemerintah tengah memproses perubahan status sebagian area dari hutan Konservasi menjadi Hutan Lindung.

Area transisi yang telah diizinkan dikelola Gapoktan nantinya akan difungsikan sebagai sabuk pengaman ekologis yang dikawal oleh Masyarakat.

“Dengan proses itu berjalan, maka hutan yang sebagian sudah diizinkan digarap Gapoktan akan menjadi Wilayah pertahanan. Tujuannya mempertahankan Zona Merah yang tidak boleh disentuh sama sekali. Jadi Masyarakat harus menjadi bagian dari pertahanan hutan,” tegasnya.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, Gubernur menyepakati penyusunan regulasi Adat atau Awig-awig bersama Gapoktan, BKPH Rinjani Barat, dan tiga Kepala Desa penyangga, yakni Sesaot, Pakuan, dan Buwun Sejati.

“Tiga Kepala Desa ini semua sudah siap ambil bagian dalam menyusun Awig-awig. Aturan Adat ini akan mengatur bagaimana Masyarakat mengelola tempat itu sekaligus memastikan keterlibatan mereka mengamankan zona merah agar Hutan Sesaot tetap lestari,” tambahnya.

Baca Juga :  MTQ XXXI NTB Dongkrak Omzet UMKM, Pedagang Raup Pendapatan Hingga Rp700 Ribu per Hari

Melalui aturan tersebut, Masyarakat akan dilibatkan dalam pengelolaan kawasan sekaligus memastikan Zona Merah merah tetap terlindungi.

Selain pelibatan Masyarakat, Gubernur Iqbal juga menyoroti Kesejahteraan Petugas jagawana yang selama ini berada di garis depan dalam menjaga Kawasan Hutan.

Ia mengakui Fasilitas dan Kesejahteraan Petugas Kehutanan masih menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pemerintah Provinsi.

“Tadi teman-teman dari Balai sudah menyampaikan pandangannya. Memang masih ada PR di Pemerintah Provinsi untuk memikirkan kesejahteraan teman-teman yang bekerja di Hutan ini, mulai dari peralatan hingga Kesejahteraan yang selama ini belum dipikirkan dengan baik. Insyaallah ini jadi PR kami,” pungkasnya.

Peninjauan turut dihadiri Ketua TP Posyandu NTB Sinta M. Iqbal, jajaran BKPH Rinjani Barat, Ketua Gapoktan Sesaot, dan kepala desa penyangga Kawasan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut
TKD Berkurang, Ketua DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Selasa, 1 September 2026 - 23:51 WIB

Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan

Selasa, 1 September 2026 - 22:54 WIB

Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya

Selasa, 1 September 2026 - 22:10 WIB

Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa

Selasa, 1 September 2026 - 21:57 WIB

Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut

Berita Terbaru

Ketua DPD Hanura NTB Ahmad Dahlan (Dae Leo) bersama Ketua Tim Satuan Tugas (Task Force) DPP Hanura Patrice Rio Capella dan jajaran Hanura NTB Saat Konsolidasi Organisasi.

Politik

Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:10 WIB