Sumpah Pemuda ke-98, Sekda NTB Soroti Kekerasan Remaja

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTB Abul Chair Saat Memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Mataram, Rabu (28/10/2026).

Sekda NTB Abul Chair Saat Memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Mataram, Rabu (28/10/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, menyoroti kenakalan remaja dan Kekerasan yang melibatkan Pelajar di Kota Mataram. Ia menegaskan, pembinaan karakter generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga Sekolah, Guru, dan Lingkungan Masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Abul Chair seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) Provinsi NTB, Mataram, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, persoalan kenakalan dan kekerasan di kalangan remaja membutuhkan perhatian serta keterlibatan semua pihak. Upaya membangun generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga harus diiringi pengawasan, pendampingan, dan penanaman nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentu ini jadi tanggung jawab kita semua, jadi bukan cuma orang tuanya, tapi lingkungannya, sekolahnya, dan semua, termasuk gurunya dan lain sebagainya,” tegas Abul Chair.

Ia mengingatkan, keluarga tetap memiliki peran penting dalam mengawasi dan mendampingi anak, meskipun mereka telah mendapatkan pendidikan di sekolah. Karena itu, kerja sama antara orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial perlu diperkuat untuk membentuk karakter generasi muda.

Baca Juga :  HMI Cabang Mataram Menggugat! Copot Kapolri, Tolak Darurat Militer, Gubernur Iqbal Turun Tangan

Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu menanamkan nilai moral, empati, dan rasa tanggung jawab sejak dini. Dengan demikian, generasi muda dapat menghadapi tantangan pergaulan dan perkembangan zaman secara lebih bijak.

Di tengah persoalan kenakalan remaja, Abul Chair juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Ia menilai, cita-cita menjadikan NTB lebih maju harus dimulai dari pemuda yang patriotik, gigih, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Justru sebenarnya relevansinya bagi kita, bagi NTB yang memang bercita-cita ingin segera maju. Dan itu harus dimulai dari pemudanya yang patriotik, yang gigih, dan berempati,”ujar Abul Chair.

Menurutnya, semangat Hari Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui seremoni atau ucapan semata. Nilai-nilai kepeloporan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, pengabdian, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Sekjen PDIP Ungkap Peta Daerah Dukungan Pemilih untuk Rohmi-Firin, 32 Hari Bergerak Jemput Kemenangan

Pesan tersebut sejalan dengan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan dalam upacara. Amanat itu mengajak pemuda Indonesia menunjukkan dedikasi di bidang masing-masing, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta berani memulai perubahan melalui inovasi.

Abul Chair mengingatkan bahwa masa depan bangsa turut bergantung pada kualitas generasi muda yang dibina hari ini. Karena itu, pembentukan karakter dan penguatan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemuda menghadapi tantangan masa depan.

“Betapa harapan negeri ini dititipkan kepada mereka,” pungkasnya.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi NTB berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI/Polri, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa, serta Perwakilan Pelajar.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Pascaoperasi Narkoba di Karang Bagu, Polda NTB Turun Beri Pembinaan kepada Warga
Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB
35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda

Berita Terbaru