SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- H. Mori Hanafi harus mengakhiri kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah kalah dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI NTB 2026.
Wali Kota Mataram sekaligus Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. Mohan Roliskana, terpilih sebagai Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030 setelah meraih 45 suara. Mohan unggul atas Mori Hanafi yang memperoleh 29 suara, sedangkan Dua suara lainnya yakni Koni Dompu dan Koni Pusat Abstain. Pemilihan berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Selasa (13/10/2026).
Dalam dinamika perebutan kursi Ketua KONI NTB tersebut, dukungan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda kepada Mohan Roliskana menjadi sorotan. Isvie bahkan dipercaya sebagai Koordinator Pemenangan Mohan dalam pemilihan Ketua Umum KONI NTB.
Dukungan kedua tokoh itu mengemuka setelah Iqbal gagal melanjutkan pencalonan dan kemudian secara terbuka mendorong Mohan maju dalam kontestasi. Sementara itu, Isvie menyatakan dukungannya dengan menyoroti pengalaman Mohan di bidang Olahraga serta target Prestasi NTB pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
Hasil pemilihan tersebut sekaligus membuka babak baru bagi Organisasi Olahraga NTB. Mohan kini menghadapi tantangan memperkuat Konsolidasi Organisasi, meningkatkan Pembinaan Atlet, dan mempersiapkan NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah PON 2028.
Sebelum pemilihan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sempat masuk dalam bursa bakal calon Ketua Umum KONI NTB. Namun, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyatakan Iqbal dan Mori Hanafi tidak memenuhi syarat (TMS) untuk melanjutkan pencalonan.
Wakil Ketua TPP, Andik Budi Hariono, menjelaskan bahwa Mori tidak memenuhi batas minimal dukungan KONI kabupaten/kota sebesar 30 persen. Sejumlah dukungan dinyatakan gugur karena terdapat dukungan ganda.
Sementara itu, Iqbal dinyatakan tidak memenuhi persyaratan pengalaman memimpin sebagai ketua umum pengurus provinsi cabang olahraga atau KONI Kabupaten/Kota.
Setelah dinyatakan tidak dapat melanjutkan pencalonan, Iqbal secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada Mohan Roliskana.
Dukungan itu disampaikan Iqbal saat menghadiri kegiatan di Lesehan Dapur Sasak Udayana, Mataram, Jumat malam (25/9/2026).
Iqbal menilai KONI NTB membutuhkan Pemimpin yang memahami Olahraga sekaligus memiliki Pengalaman mengelola Organisasi.
“KONI NTB ini butuh Pemimpin yang paham soal Olahraga, soal KONI maka saya mendorong pak Wali Kota (Mohan Roliskana, red) sebagai calon ketum KONI NTB,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, Mohan memiliki pengalaman Memimpin KONI Kota Mataram yang dapat menjadi modal untuk mengelola Organisasi Olahraga di tingkat Provinsi. “Beliau punya kapabilitas majukan Olahraga di NTB melalui KONI,” ungkap Iqbal.
Iqbal juga mengajak para pendukungnya untuk tetap solid meskipun dirinya tidak dapat melanjutkan pencalonan. Dalam kesempatan itu, ia meminta respons peserta mengenai dukungannya terhadap Mohan.
“Apakah Calon yang saya dukung akan didukung?,” tanya Iqbal yang dijawab “dukung,” oleh peserta.
Gubernur kemudian kembali bertanya untuk memastikan dukungan tersebut.
“Tadi kurang serempak, apakah calon yang saya dukung akan didukung ?,”sambung ia, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.
Iqbal menjelaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki rencana untuk maju sebagai Calon Ketua Umum KONI NTB. Ia mengaku maju setelah mendapat permintaan dari Ketua Umum KONI Pusat, tetapi proses tersebut terhenti setelah dirinya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.
Dukungan terhadap Mohan juga datang dari Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda. Selain menjabat sebagai Pimpinan legislatif Daerah, Isvie menjadi Koordinator Pemenangan Mohan Roliskana dalam pemilihan Ketua Umum KONI NTB.
Isvie, yang juga menjabat sebagai Ketua cabang olahraga Cricket NTB, menilai pengalaman Mohan di Dunia Olahraga menjadi salah satu alasan dirinya mendukung Wali Kota Mataram tersebut memimpin KONI NTB periode 2026-2030.
Harapan itu disampaikan Isvie setelah Mohan mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum KONI NTB. Ia terlihat bersama rombongan pendukung Mohan saat proses pendaftaran berlangsung.
“Saya berharap beliau memimpin KONI, meluangkan waktu dan yakin saya bahwa beliau dengan pengalamannya yang ada bisa memberikan yang terbaik untuk KONI khususnya olahraga NTB,” ujarnya, Kamis (8/10/2026) kemarin.
Menurut Isvie, kepemimpinan KONI NTB ke depan harus memberikan perhatian serius terhadap Pembinaan Atlet. Terlebih, NTB bersama NTT akan menjadi Tuan Rumah PON XXII 2028.
Ia menegaskan, status Tuan Rumah harus diikuti dengan prestasi yang membanggakan. NTB tidak cukup hanya sukses menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga perlu mempersiapkan atlet agar mampu bersaing dengan Daerah lain.
“Karena kita menjadi Tuan Rumah PON. Kita tidak ingin sebagai Tuan Rumah mengecewakan Masyarakat dengan tidak masuk dalam Lima besar secara Nasional,” tegasnya.
Selain pembinaan Atlet, Isvie menyoroti kesiapan infrastruktur Olahraga menjelang PON 2028. Menurutnya, Fasilitas dan Venue pertandingan di NTB perlu mendapat perhatian serius dari Ketua Umum KONI terpilih.
Kesiapan Venue menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran Penyelenggaraan PON. Karena itu, Koordinasi antara KONI, Pemerintah Daerah, dan pihak terkait diperlukan agar persiapan berjalan sesuai kebutuhan.
Isvie berharap kepemimpinan Mohan dapat memperkuat koordinasi tersebut sekaligus memastikan pembinaan Atlet berlangsung secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Mohan mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030 di Kantor KONI NTB, Jalan Terusan Bung Hatta No. 3, Pejanggik, Kecamatan Mataram, Ia didampingi sejumlah pendukung dan menyerahkan berkas persyaratan kepada TPP untuk diperiksa.
Mohan Roliskana menyatakan kesiapannya menerima amanah setelah didorong Gubernur NTB untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum KONI NTB. Ia mengaku tidak menyangka mendapat dorongan tersebut.
“Saya merasa dijebak, tiba-tiba disuruh maju. Namun karena ini amanah maka Saya siap majukan Olahraga di NTB,” ungkapnya.
Mohan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTB, memiliki pengalaman di bidang Olahraga melalui kepemimpinannya di KONI Kota Mataram.
Dukungan dari sejumlah tokoh tersebut menjadi bagian dari dinamika menjelang Musorprovlub KONI NTB. Meski demikian, penentuan Ketua tetap berlangsung melalui mekanisme pemungutan suara oleh para pemilik hak suara.
Dalam proses pemilihan, perbedaan pendapat muncul terkait mekanisme pemungutan suara. Kubu Mori Hanafi menghendaki sistem tertutup, sedangkan kubu Mohan Roliskana mengusulkan sistem terbuka.
Dalam pemungutan suara untuk menentukan mekanisme pemilihan, sebanyak 43 suara memilih sistem terbuka dan 30 suara menghendaki sistem tertutup. Hasil tersebut menetapkan pemilihan ketua dilakukan secara terbuka.
Pimpinan sidang Musorprovlub, Baiq Isvie Rupaeda, kemudian membacakan hasil pemilihan yang menetapkan Mohan sebagai Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030.
“Dengan hasil ini, Saudara Dr. H. Mohan Roliskana terpilih sebagai Ketua KONI NTB dengan perolehan 45 suara,” kata Baiq Isvie saat memimpin Sidang.

Usai terpilih, Mohan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa upaya memajukan Olahraga NTB membutuhkan dukungan banyak pihak.
“Saya butuh bantuan dari banyak pihak untuk membangun Olahraga di NTB. Terima kasih kepada Pak Mori Hanafi, sahabat Saya, atas wejangan-nya,” kata Mohan saat menyampaikan Visi dan Misi.
Pergantian kepemimpinan KONI NTB juga mendapat perhatian Ketua Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok, Arif Kurniadin, yang akrab disapa Geby.
Geby menyampaikan apresiasi atas pengabdian Mori Hanafi selama memimpin KONI NTB. Menurutnya, berakhirnya masa jabatan Mori bukan sekadar pergantian posisi dalam organisasi, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan bagi masa depan olahraga daerah.
“Ujung sebuah cerita dan perjuangan panjang, momentum ini sejatinya adalah penyerahan estafet mimpi besar yang ditulis dengan keringat, ketulusan, dan air mata perjuangan,” demikian pesan yang disampaikan Geby dalam refleksinya, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini. Rabu (14/10/2026).
Bagi Geby, salah satu pencapaian penting yang melekat dalam perjalanan Mori Hanafi adalah perjuangan membawa Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 ke NTB bersama NTT.
Menurutnya, membawa ajang olahraga terbesar di Indonesia ke wilayah kepulauan bukanlah pekerjaan mudah. Proses tersebut membutuhkan komunikasi, lobi, dan komitmen untuk meyakinkan berbagai pihak mengenai kesiapan daerah menjadi tuan rumah.
“Pengabdian sejati adalah ketika seseorang mampu meletakkan pondasi masa depan yang kokoh, lalu rela melangkah mundur saat tugasnya telah dituntaskan dengan hormat,” menjadi salah satu pesan utama dalam refleksi Geby.
Ia berharap berbagai agenda strategis yang telah dirintis, termasuk Road to PON NTB-NTT dan pengembangan sport legacy, tetap dilanjutkan oleh kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Mohan Roliskana.
Bagi Geby, pergantian Ketua tidak semestinya memutus kesinambungan program. Sebaliknya, kepemimpinan baru diharapkan mampu meneruskan fondasi yang telah dibangun sekaligus memperkuat Pembinaan Atlet dan Cabang Olahraga di NTB.
“Terima kasih atas pengabdian yang mengharu biru, Pak Mori Hanafi. Sejarah nyata kebangkitan Olahraga NTB, dan akan selalu dicatat oleh Sejarah,” Ungkap Geby sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian Mori Hanafi.
Mohan kini menghadapi tanggung jawab memimpin KONI NTB selama periode 2026-2030. Salah satu agenda utama yang menanti adalah mempersiapkan NTB bersama NTT sebagai Tuan Rumah PON XXII 2028.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam Musorprovlub tidak boleh menghambat persiapan daerah menghadapi ajang Olahraga Nasional tersebut.
“Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera mempersiapkan diri, segera fokus ke Penyelenggaraan PON 2028. Apa yang kita lakukan hari ini adalah komitmen kecil yang akan menumbuhkan nanti kesuksesan PON 2028,” tegas Iqbal.
Iqbal juga menekankan pentingnya kebersamaan seluruh insan Olahraga untuk memastikan penyelenggaraan PON berjalan baik dan pembinaan prestasi atlet berlangsung secara berkelanjutan.
“Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan yang lainnya. Kesuksesan Satu Orang adalah Kesuksesan Kita Bersama-sama,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, turut mengapresiasi kerja pengurus KONI NTB periode 2022-2026 di bawah kepemimpinan Mori Hanafi, khususnya Koordinasi dalam mempersiapkan PON 2028.
Sementara itu, Caretaker Ketua KONI NTB, Josef Adreanus Nae Soi, mengajak seluruh peserta menjaga persatuan dan marwah daerah setelah proses pemilihan berakhir.
Iqbal kembali menegaskan bahwa kepentingan bersama harus menjadi landasan seluruh insan olahraga NTB. Ia berharap Mohan mampu merangkul berbagai elemen olahraga dan memastikan persiapan PON berjalan seiring dengan pembinaan Prestasi Atlet.
“Di tengah Perbedaan-perbedaan itu, satu yang mempertemukan kita adalah semangat untuk menyukseskan PON 2028. Dan semangat untuk menunjukkan bahwa NTB pantas bersama NTT menjadi Tuan Rumah PON 2028,” ungkapnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











