Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri Saat Membuka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Aula BPSDM NTB, Mataram, Rabu (28/10/2026).

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri Saat Membuka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Aula BPSDM NTB, Mataram, Rabu (28/10/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, resmi membuka Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang diselenggarakan Majlis Adat Sasak di Aula BPSDM NTB, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dalam pembukaan kongres tersebut, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menegaskan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam menjaga keberlangsungan bahasa Sasak sebagai identitas budaya masyarakat Lombok.

Kongres itu dihadiri Ketua TP PKK NTB, Hj. Sinta Agathia M. Iqbal, tokoh adat, akademisi, pemerhati budaya, dan sejumlah undangan. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan pemikiran sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pelestarian dan pengembangan bahasa Sasak agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Umi Dinda menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Sasak melalui muatan lokal telah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat dengan penggunaan Bahasa Daerah dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga sebagai ruang pertama bagi anak untuk mengenal dan mewarisi bahasa ibu.

Baca Juga :  Ini Pendapat Ahli Soal Penyandang Disabilitas Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual di NTB

“Kongres hari ini diharapkan mampu menyatukan berbagai pendapat dan memastikan bahasa baku yang dipergunakan. Kita semua yang hadir sebagai orang tua dalam lingkup rumah tangga bertanggung jawab untuk mengajarkan adat istiadat, khususnya adat budaya Sasak di Pulau Lombok,” ujarnya.

Menurut Wagub, pelestarian bahasa tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya masyarakat. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana pewarisan nilai, adat istiadat, dan pengetahuan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Masyarakat Sasak telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi terhadap pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, penguatan bahasa dan budaya perlu berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakatnya.

Baca Juga :  Presiden RI Siap Hadir, NTB Siapkan Diri Sambut Akad Massal KUR 800 Ribu UMKM

Kongres yang berlangsung selama dua hari tersebut mengangkat sejumlah agenda strategis, antara lain penyelamatan bahasa Sasak melalui keluarga dan pendidikan, pengembangan bahasa agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, serta pemajuan kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi.

Umi Dinda berharap kongres tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas adat, dan keluarga.

“Menyelamatkan bahasa Sasak sesungguhnya merupakan bagian dari upaya kita menjaga kekayaan budaya dunia. Karena itu, tanggung jawab ini milik kita bersama. Mari kita jaga bahasa Sasak, rawat budayanya, majukan masyarakatnya, dan bawa identitas Sasak berdiri sejajar dengan peradaban dunia,” tegasnya.

Kongres Internasional I Bahasa Sasak diharapkan menjadi momentum memperkuat kerja sama berbagai pihak dalam menjaga bahasa dan budaya Sasak. Keberlanjutan bahasa daerah tersebut tidak hanya bergantung pada forum formal, tetapi juga pada penggunaannya dalam kehidupan keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB
35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya
15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat
Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:01 WIB

35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru