Kabar menggembirakan datang dari Istana Negara. Sultan Bima XIV, Muhammad Salahuddin, resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Keputusan ini menambah deretan tokoh besar asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diakui Negara atas jasa dan perjuangannya. Penetapan ini disebut sebagai hadiah terindah bagi masyarakat NTB yang tengah merayakan Ulang tahun ke-67 Provinsi berjuluk Bumi Gora
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Kabar membanggakan datang dari Bumi Samawa Mbojo. Sultan Bima XIV, Muhammad Salahuddin, akhirnya resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian, Sultan Salahuddin menjadi tokoh kedua dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menerima gelar kehormatan tersebut, setelah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, membenarkan kabar bahagia itu. Menurutnya, Pemerintah Pusat telah menyetujui usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Bima XIV, Muhammad Salahuddin, setelah melalui proses panjang dan penuh perjuangan.
“Alhamdulillah, pemberian gelar pahlawan nasional ini terjadi saat Wakil Gubernur NTB adalah orang Bima,” ujar Iqbal, Sabtu (8/11/2025).
Iqbal menyampaikan bahwa dirinya telah mengonfirmasi kabar tersebut langsung kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Ia tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas keputusan ini.
“Saya terharu dengan persetujuan ini. Setiap ke pusat, usulan ini selalu saya tanyakan. Akhirnya, perjuangan panjang keluarga Sultan Bima mendapat restu Pemerintah Pusat,” tegasnya.
Gubernur Iqbal menyebut penetapan ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Sultan Salahuddin terhadap bangsa dan negara, sekaligus momentum bersejarah bagi masyarakat NTB.
“Selamat buat keluarga besar Kesultanan Bima dan seluruh masyarakat NTB. Karena beliau adalah milik kita dan pahlawan kita semua. Ini hadiah terindah untuk ulang tahun NTB ke-67,” ungkapnya penuh bangga.
Penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi Sultan Muhammad Salahuddin dilakukan bersamaan dengan sejumlah tokoh nasional lainnya, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan aktivis buruh perempuan Marsinah. Gelar tersebut akan dianugerahkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Raja ke-38 dan Sultan ke-14 Kesultanan Bima, yang memerintah dari tahun 1917 hingga 1951. Lahir pada 14 Juli 1888 M (15 Zulhijjah 1306 H) sebagai putra pertama dari Sri Sultan Ibrahim, Sultan Salahuddin dikenal sebagai pemimpin visioner, berwawasan kebangsaan, dan pejuang pendidikan rakyat.
Dalam masa kepemimpinannya, Sultan Salahuddin berperan penting mempertahankan kedaulatan rakyat Bima dari tekanan kolonial serta mendorong kemajuan sosial dan pendidikan di wilayahnya. Pemikiran dan perjuangannya menjadi warisan berharga bagi generasi penerus NTB dan bangsa Indonesia.









