Sengketa Waris Digiring ke Pidana, Polresta Mataram Tumbang di Praperadilan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Pengadilan Negeri Mataram pada Jumat, 25 April 2025, memutuskan untuk mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh pihak tersangka, terkait penetapan tersangka oleh Polresta Mataram terhadap seorang ibu dan anaknya.

Polresta Mataram sebelumnya menetapkan Ang San San dan putrinya Veronica Anastasya Mercedes sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen perubahan akta anggaran dasar CV Sumber Elektronik milik almarhum Slamet Riadi Kuantanaya. Almarhum merupakan mantan suami Ang San San, sementara Veronica Anastasya Mercedes adalah anak angkat almarhum.

Laporan terkait pemalsuan dokumen tersebut dilayangkan oleh adik almarhum, Nyonya Lusi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penetapan tersangka oleh Polresta Mataram.

Menanggapi hal itu, pihak tersangka melalui kuasa hukumnya mengajukan praperadilan. Dalam pertimbangannya, Hakim Tunggal Praperadilan, Ida Ayu Masyuni, menilai bahwa hubungan keluarga antara Nyonya Lusi dan Veronica Anastasya Mercedes, yang merupakan anak angkat almarhum, menunjukkan bahwa perkara ini seharusnya masuk ke ranah perdata, bukan pidana. Bukti penetapan pengangkatan anak oleh pengadilan serta pernyataan ahli waris memperkuat hal tersebut.

Baca Juga :  NTB Siapkan Pengiriman 20 Ribu Sapi Qurban 2026, Harga dan Transportasi Jadi Sorotan

Menurut hakim, tuduhan pemalsuan yang diajukan oleh pelapor, yang menyebutkan bahwa Veronica dan Ang San San memalsukan pernyataan ahli waris, tidak dapat dibuktikan secara sah sesuai dengan Pasal 266 dan 263 KUHP yang digunakan oleh polisi.

Kuasa hukum tersangka, Robby Akhmad Surya Dilaga SH., MH., dari Tim Emil Siain SH, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan ahli perdata, masalah surat pernyataan ahli waris harusnya diuji dalam sidang perdata. Mengingat tidak terpenuhi dua alat bukti pemalsuan, maka penetapan tersangka dinilai tidak sah.

Robby juga menyebutkan bahwa sejak awal mereka sudah meminta Polda untuk melakukan gelar perkara khusus karena perkara ini seharusnya merupakan masalah perdata, namun Polresta Mataram tetap bersikukuh untuk menetapkannya sebagai perkara pidana.

Tuntut Ganti Rugi

Robby mengapresiasi putusan praperadilan tersebut dan menyatakan bahwa perkara ini lebih mengarah pada sengketa perdata. Dia juga menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah mengajukan tuntutan ganti rugi kepada Polresta Mataram atas kerugian yang ditimbulkan dari penetapan tersangka yang tidak sah.

Baca Juga :  Lagi Peluk Sayang, Eh Digedor Polisi! Mahasiswa Dompu Gagal Romantis Karena Sabu

“Selanjutnya kami akan meminta ganti rugi kepada Polres Mataram karena telah menetapkan orang yang tidak bersalah sebagai tersangka,” kata Robby.

Pelapor Menyuarakan Kekecewaan

Sementara itu, pelapor Nyonya Lusi yang hadir di pengadilan sangat kecewa dengan keputusan hakim. Saat hakim mengetuk palu, Nyonya Lusi langsung melampiaskan kemarahannya dengan mengkritik polisi.

Saat ditemui awak media, Nyonya Lusi mengungkapkan kekesalannya. “Berarti polisi bod*h. Saya sudah lapor dua tahun, anak saya lapor lima bulan. Kenapa baru sekarang?” ujarnya. Dia bertekad untuk melanjutkan laporan dan tidak akan berhenti sampai hukum ditegakkan.

“Tiga alat bukti harusnya cukup, kenapa bisa kalah? Kita tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan,” tegasnya.

Anaknya, yang juga turut hadir, menyebutkan bahwa ada yang tidak beres dalam persidangan ini, terutama terkait penunjukan hakim yang terlalu cepat. “Saya mencurigai ada sesuatu yang tidak beres di sini,” ujarnya.

 

Berita Terkait

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi
PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah
Gubernur Iqbal Bongkar Peran Prabowo dan OSO di Balik Keputusannya Maju Pilgub NTB
Dihadiri Iqbal-Dinda, Hanura Pastikan Dukung Iqbal Jika Kembali Bertarung di Pilkada NTB
OSO Titip 7 Pesan untuk Pengurus Hanura NTB: Jangan Cari Jabatan, Utamakan Rakyat
Resmi Pimpin Hanura NTB, Ahmad Dahlan Siap Pertaruhkan Karier Politik Demi Besarkan Partai
Wagub NTB Umi Dinda Hadiri Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Hanura Se-NTB
Ketua KPID NTB Edukasi Mahasiswa Bijak Bermedia, A. Rachman Chavez Tegaskan KPID Awasi Siaran, Bukan Perizinan
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Peran Prabowo dan OSO di Balik Keputusannya Maju Pilgub NTB

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Dihadiri Iqbal-Dinda, Hanura Pastikan Dukung Iqbal Jika Kembali Bertarung di Pilkada NTB

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:35 WIB

OSO Titip 7 Pesan untuk Pengurus Hanura NTB: Jangan Cari Jabatan, Utamakan Rakyat

Berita Terbaru