Senator Mirah Semprot KemenPKP: Stop Pusat-Minded, Saatnya Daerah Ambil Kendali Soal Perumahan!

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta- Senator asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, melontarkan kritik tajam sekaligus ajakan serius kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) untuk memperbaiki sinkronisasi kebijakan perumahan antara pusat dan daerah. Pernyataan ini muncul tak lama setelah Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mempertanyakan kejelasan roadmap ambisius program Tiga Juta Rumah milik pemerintah pusat.

Senator Mirah menilai, pendekatan pembangunan perumahan yang masih terpusat adalah warisan lama yang tak lagi relevan di era sekarang. Ia menegaskan pentingnya desentralisasi nyata, bukan sekadar jargon manis.

“Kalau semua masih dikendalikan pusat, kita tidak akan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di daerah. Desentralisasi bukan hanya wacana, tapi soal komitmen fiskal dan politik untuk memberi ruang daerah menyusun kebijakan perumahan yang sesuai dengan tantangan lokal,” tegas Anggota Komite II ini. Selasa (10/06).

Baca Juga :  Bupati Dompu Cabut SK TP2D: Tim Mahal Resmi Dibubarkan, Polemik Tutup Buku

Menurutnya, kebijakan yang dibuat tanpa mendengar denyut nadi daerah hanya akan berujung pada proyek-proyek yang gagal menjawab kebutuhan nyata rakyat. Ia mencontohkan model inovatif yang sedang diuji coba di Desa Ungge, NTB, sebagai terobosan yang patut diperhatikan.

Program tersebut, kata Mirah, bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun masa depan mengusung pendekatan lintas sektor sebagai strategi menurunkan kemiskinan ekstrem, dengan menyasar transformasi sosial, bukan cuma struktur bangunan.

Senator vokal dan muda ini juga mendorong lahirnya forum dialog lintas lembaga, demi memutus rantai kebijakan tambal sulam yang selama ini sering terjadi akibat tumpang tindih data dan ego sektoral.

Baca Juga :  Senator Mirah Menangis: Affan Kurniawan, Driver Ojol Keturunan Bima Tewas Dilindas Mobil Brimob Saat Aksi di Jakarta

“Saat ini, problem sinkronisasi antara data pusat dan daerah sangat krusial. Bahkan dalam RDPU Komisi V DPR RI dengan Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) beberapa waktu lalu terungkap bahwa beberapa data masih belum sinkron antara pihak asosiasi dengan kementerian,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengusulkan terbentuknya mekanisme Multi-Level Governance yang lebih partisipatif dan transparan sebuah sistem yang memungkinkan koordinasi dan kontrol antara semua aktor yakni pusat, daerah, pengembang, hingga masyarakat sipil.

“Kami di DPD RI sangat terbuka untuk memfasilitasi dialog tersebut. Sebab isu ini menyangkut hak dasar rakyat dan menjadi tanggung jawab bersama semua level pemerintahan,” tutup Senator Mirah.

 

Berita Terkait

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:40 WIB

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Berita Terbaru