Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang Dua Bencana dalam satu hari. Pada Kamis (13/11), hujan lebat yang mengguyur wilayah Monta membuat ruas jalan Provinsi penghubung Tente-Karumbu Kecamatan Woha terendam banjir, sementara di Kecamatan Langgudu Desa Dumu sebuah rumah panggung warga ludes dilahap api akibat dugaan arus pendek listrik.
SUMBAWAPOST.com| Bima- Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda dua bencana berbeda dalam satu hari pada Kamis, 13 November 2025. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Provinsi NTB, kejadian tersebut meliputi banjir di Kecamatan Monta dan kebakaran pemukiman di Kecamatan Langgudu.
Banjir melanda Desa Simpasai, Kecamatan Monta, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.40 WITA hingga 18.00 WITA. Hujan yang disertai angin kencang, kilat, dan petir itu menyebabkan ruas jalan Provinsi penghubung Tente-Karumbu terendam air sepanjang 180 meter, sehingga mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, membenarkan kejadian tersebut. “Sementara itu, hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bima pada pukul 14.40 Wita hingga 18.00 Wita, yang kemudian memicu banjir di Desa Simpasai,” jelasnya.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 11.30 WITA, kebakaran terjadi di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu. Satu unit rumah panggung 12 tiang milik Firman (40) habis terbakar dan dinyatakan rusak berat. Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Bima, A. Rifai, membenarkan peristiwa tersebut. “Iya benar telah terjadi kebakaran satu unit rumah panggung 12 tiang milik Firman (40). Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek, kerugian sekitar Rp 75.000.000,” katanya.
Menurut A. Rifai, warga sekitar awalnya melihat asap tebal keluar dari bagian belakang rumah sekitar pukul 11.30 WITA. Api cepat membesar karena material bangunan sebagian besar berupa kayu dan papan kering.
Warga berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya sambil menunggu armada pemadam. Namun, sebelum bantuan tiba, pukul 12.45 WITA api berhasil dipadamkan warga, meski seluruh bangunan telah rata dengan tanah. Pada pukul 13.00 WITA, situasi pascakebakaran dinyatakan aman dan kondusif.
“Perabotan rumah tangga, pakaian, surat-surat penting, dan barang elektronik tidak dapat diselamatkan dengan estimasi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 75.000.000,” tambahnya.
BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Bima, TNI/Polri, dan aparat setempat telah melakukan koordinasi untuk penanganan serta asesmen dampak pada dua lokasi kejadian. Hingga pukul 22.00 WITA, banjir di jalan provinsi dilaporkan mulai surut, sementara api di lokasi kebakaran telah padam sepenuhnya.









