Rp5,7 Triliun Mitigasi Bencana Gunung Masuk NTB, Total Rp8 Triliun Program Pusat: Ini Daftarnya

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani

Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani

SUMBAWAPOST.com | Mataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah Pemerintahan (RAKORWASDA) sekaligus Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Penguatan Sinergi Binwas dalam Mendukung Keberhasilan Program Strategis Daerah’ dan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Inspektorat Provinsi NTB dan Inspektorat Kabupaten/Kota se-NTB sebagai wujud penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa NTB saat ini menerima sejumlah mandat program strategis nasional bernilai besar. Program tersebut antara lain.

1. Program Mitigasi Bencana Gunung dengan alokasi sekitar Rp5,7 triliun khusus NTB

2. Proyek Unggas Terintegrasi yang menjadi satu dari lima proyek nasional dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun

Baca Juga :  Inilah Tiga Buah Raperda yang Ditetapkan DPRD NTB Diawal Tahun 2025

3 Dan Program Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat dengan nilai fisik hampir Rp300 miliar.

Menghadapi masuknya berbagai program berskala besar tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan daerah berbasis manajemen risiko. Ia menilai, selama ini kebijakan di daerah kerap baru merespons risiko di tahap akhir sehingga menghambat efektivitas pelaksanaan program.

“Kelemahan kita selama ini di daerah adalah kebijakan tidak dibuat berbasis manajemen risiko. Kita baru sadar risiko itu di ujung,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Gubernur menyampaikan bahwa seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemprov NTB kini diwajibkan memiliki sertifikat Manajemen Risiko, serta mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menerapkan kebijakan serupa. Penguatan kapasitas tersebut dinilai krusial agar pemerintah daerah mampu mengawal program strategis daerah maupun pusat secara profesional dan akuntabel.

Baca Juga :  Dilantik Presiden Prabowo, Gubernur NTB Iqbal: Saatnya Kerja..kerja..kerja

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan peran strategis Inspektorat sebagai garantor bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta pengawasan internal memberikan kepastian kerja kepada OPD agar dapat menjalankan program dengan tenang dan fokus pada hasil.

“Saya minta tolong kepada teman-teman di pengawasan internal untuk bisa menjadi garantor kepada OPD. Karena OPD perlu bekerja dengan tenang. Kalau sudah digaransi, diperiksa oleh teman di Inspektorat, maka kalau ada sesuatu, Inspektoratlah yang harus menghadapi itu, yang harus menjelaskan,” tegasnya.

Melalui RAKORWASDA dan peringatan HAKORDIA 2025 ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan internal, mencegah penyimpangan sejak dini, serta memastikan setiap program strategis yang masuk ke NTB memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru