SUMBAWAPOST.com, Mataram – Anggota DPRD NTB Dapil VI, Nadirah Al-Habsyi menegaskan dengan lantang: rumah singgah untuk pasien dari Pulau Sumbawa harus dibangun! Tak sekadar janji politik, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini siap mengawal realisasinya lewat dana pokok pikiran (pokir) legislatif.
“Insha Allah 2026, kita gas. Karena anggaran 2025 sudah jalan, jadi kita kombain pokir dengan sumber lain,” tegas Nadirah Al-Habsyi dalam keterangan resminya, Senin (5/5) di Mataram.
Rumah singgah ini menjadi jawaban atas polemik relokasi pasien dari RSUD Provinsi NTB yang sempat bikin gaduh publik. Nadirah menyebut bahwa insiden itu sebenarnya hanya miskomunikasi. Tapi dampaknya nyata pasien asal Bima, Dompu, dan Sumbawa jadi korban sistem.
“Memang kemarin itu miskomunikasi saja. Tapi syukurnya Pak Gubernur Lalu Iqbal langsung turun tangan dan beri atensi. Jadi kita ambil pelajaran,” ujar anggota Komisi V DPRD NTB itu.
Awalnya, rumah singgah ini diharapkan bisa dibangun pada 2025 lewat anggaran perubahan. Namun, lantaran efisiensi dan belanja rutin yang sudah terkunci, target pun realistis diundur.
“Kalau tidak bisa 2025, ya paling telat 2026. Tapi ini harus jalan. Warga kita di Sumbawa butuh tempat yang layak saat berobat di Lombok,” katanya.
Nadirah berharap rumah singgah ini kelak jadi bukti nyata bahwa DPRD bukan hanya pandai bicara, tapi juga bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Terutama mereka yang datang jauh-jauh dari timur, demi mendapatkan pelayanan kesehatan.









