Pilkada Serentak 2024: NTB Masih Masuk Provinsi yang Rawan

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 11 Agustus 2024 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LSUMBAWAPost, Mataram – Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Abu Bakar Tertusi menyampaikan Polri dan Polda NTB telah memetakan dan menetapkan sejumlah daerah kerawanan. Ia mengimbau kepada jajarannya untuk membekali diri dengan pengetahuan terhadap dinamika tahapan, serta koordinasi yang baik dengan satuan lain.

“NTB masih masuk provinsi yang rawan, berdasarkan peta kerawanan Pilkada 2024. Jadi seluruh anggota yang akan bertugas menjadi walpri harus siap, memiliki kemampuan yang baik, serta koordinasi yang baik juga dengan satuan lain, satlantas misalnya, ini penting,” pesannya saat membuka acara Pelatihan Pengamanan Pengawalan Pribadi (Walpri) terhadap Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTB dalam Pilkada 2024 di Hotel Lombok Garden kemarin.

Baca Juga :  Inilah Sejumlah Petinggi Polda Dan Kapolres di NTB yang Dimutasi, Kapolda Gunawan Sampaikan Hal ini

Pelatihan tersebut digelar untuk Tingkatkan Profesionalisme Polri dalam melaksanakan pengamanan Pengawalan VIP Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Setiap Tahapan Pilkada 2024 Guna Mewujudkan Situasi yang Aman, Tertib dan Lancar.

“Saya harap semua anggota yang hadir di sini siap, tidak hanya secara fisik, namun kesiapan mental juga penting, karena walpri nanti akan dilakukan sampai Desember 2024, sesuai dengan timeline tahapan yang ditetapkan KPU,” tegasnya Abu Bakar.

Baca Juga :  Polsek Lunyuk Ringkus Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu

ia mengingatkan kepada jajarannya untuk serius mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tersebut, serta benar-benar mengemban tugas walpri dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Tetap jaga marwah Polri dan jaga netralitas, serta mengemban tugas walpri dengan profesional, sesuai prosedur, dan humanis, untuk menjaga kodusivitas selama tahapan Pilkada berlangsung,” tutupnya.

Berita Terkait

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu NTB di Era Iqbal-Dinda Dapat Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
NTB ‘Sesak Napas,’ Badko HMI Bali-Nusra Bongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Makmur Mendunia
Polisi di Bima Diduga Telantarkan Istri, Ajukan Cerai Usai Jadi Ajudan Bupati
Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu NTB di Era Iqbal-Dinda Dapat Insentif Rp500 Ribu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:55 WIB

Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32 WIB

PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini

Berita Terbaru