SUMBAWAPOST.com| Mataram-Suasana di SMPN 14 Mataram tampak menegangkan usai perkelahian antar siswi pada Kamis, 20 November 2025. Namun ketegangan itu mulai mereda setelah Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa turun tangan, mendorong penyelesaian kasus melalui pendekatan kekeluargaan dengan melibatkan orang tua kedua pihak.
Bhabinkamtibmas Cakra Selatan, AIPDA A.A. Bagus Narendra, menegaskan bahwa tidak semua persoalan anak harus berujung pada proses hukum. Menurutnya, dunia pendidikan adalah ruang pembinaan, bukan ruang menghukum.
“Setiap permasalahan yang melibatkan anak di lingkungan sekolah tidak harus diselesaikan dengan jalur hukum atau perundang-undangan. Yang lebih penting adalah masa depan anak,” ujarnya. Ia mengingatkan para guru dan orang tua untuk mengambil langkah yang mendidik, membimbing, dan berpikir positif demi kebaikan bersama.
Melalui dialog yang melibatkan guru, orang tua, dan aparat, permasalahan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan tanpa meninggalkan pesan pembinaan bagi para siswi.
Kepala Sekolah SMPN 14 Mataram, Lina Yetti Budi Asih, mengapresiasi keterlibatan Bhabinkamtibmas yang dinilainya selalu responsif terhadap dinamika di sekolah.
“Kami berharap siswa dan siswi dapat menjaga kekompakan, fokus belajar, dan menghindari pelanggaran tata tertib yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua, serta masa depan mereka,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kapolsek Sandubaya, AKP Niko Herdianto, S.T.K., S.I.K., memberikan apresiasi kepada jajaran yang aktif mendampingi dunia pendidikan, khususnya Bhabinkamtibmas. Menurutnya, kehadiran polisi di sekolah-sekolah sangat membantu menjaga kelancaran proses belajar mengajar.
“Semoga Bhabinkamtibmas tetap semangat, pantang menyerah dalam melayani dan mengayomi masyarakat, sehingga POLRI semakin dicintai,” tegas Kapolsek.









